BANDA ACEH – Momentum peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh untuk memperkuat kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi anak usia sekolah. Bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Banda Aceh, Pokja Bunda PAUD, serta Korwil MBG Banda Aceh–Aceh Besar, Disdikbud menggelar Edukasi Gizi Serentak yang dipusatkan di SD Negeri 14 Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional peningkatan literasi gizi dan kesehatan anak sekolah yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya bersifat edukatif, kegiatan tersebut juga menargetkan pencapaian rekor nasional edukasi gizi serentak terbanyak.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Teuku Erwin Irham, yang hadir mewakili Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh. Turut mendampingi, Kepala Bidang Pembinaan SD Syahril, Kepala Bidang PAUD Ridhwan, serta Ketua DPC Persagi Kota Banda Aceh Nurmiati.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan materi edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya memilih makanan yang aman dan bergizi. Menariknya, penyampaian materi dilakukan dengan memanfaatkan Smart Board, sehingga proses belajar terasa lebih interaktif, visual, dan menyenangkan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan para ahli gizi.
Dalam sambutannya, Teuku Erwin Irham menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan dan kecukupan gizi peserta didik. Menurutnya, gizi yang baik merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
“Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya akan lebih fokus belajar, lebih aktif, dan memiliki peluang prestasi akademik yang lebih baik. Karena itu, pendidikan dan kesehatan harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pihak sekolah untuk lebih selektif dalam mengawasi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah, khususnya di kantin. Selain itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam membiasakan anak membawa bekal sehat dan bergizi dari rumah.
Lebih lanjut, Teuku Erwin berharap edukasi gizi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi budaya yang terus diterapkan di sekolah-sekolah Kota Banda Aceh. Dengan pola makan yang baik sejak dini, ia optimistis Banda Aceh dapat mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Sebagai bentuk aksi nyata, Persagi DPC Kota Banda Aceh juga membagikan paket makanan bergizi kepada seluruh peserta didik. Paket tersebut dirancang sesuai prinsip gizi seimbang, sehingga anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat dan merasakan langsung contoh makanan sehat yang dianjurkan.
Kegiatan Edukasi Gizi Serentak ini diharapkan mampu menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia Banda Aceh yang unggul di masa depan.(**)
Editor: Redaksi












