Home / Daerah

Senin, 2 Februari 2026 - 14:16 WIB

Harga Pala di Barsela Mulai Bangkit, Petani Kembali Bergairah

REDAKSI

Petani pala di Barsela kembali bersemangat mengelola kebun setelah harga pala basah naik menjadi Rp 25.000 per kilogram dan minyak pala menembus Rp 1,5 juta per kilogram di awal 2026.(1/2/2026).

Petani pala di Barsela kembali bersemangat mengelola kebun setelah harga pala basah naik menjadi Rp 25.000 per kilogram dan minyak pala menembus Rp 1,5 juta per kilogram di awal 2026.(1/2/2026).

Tapak Tuan – Harga pala yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat petani di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh (Barsela) mulai menunjukkan tren positif memasuki awal tahun 2026. Kondisi ini menjadi kabar menggembirakan bagi para petani setelah pada tahun sebelumnya harga pala sempat mengalami penurunan drastis.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak pala bahkan dilaporkan sudah menembus angka Rp 1,5 juta per kilogram. Tidak hanya itu, harga pala basah juga ikut mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp 25.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas ini hanya berada di kisaran Rp 18.000 per kilogram.

Membaiknya harga pala ini membawa angin segar bagi petani di daerah Barsela, terutama di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang selama ini menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil kebun pala. Mayoritas kebun pala di wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, sehingga membutuhkan tenaga serta biaya perawatan yang tidak sedikit.

Baca Juga :  Dua Pekerja Asal Sumut Tersengat Listrik Saat Bangun Kubah Masjid di Aceh Timur

Salah seorang petani pala di Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Taufik, mengaku bersyukur dengan kenaikan harga yang terjadi di awal tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani kembali bersemangat mengurus kebun yang sempat kurang terawat ketika harga anjlok.

“Kami sangat bersyukur harga pala mulai membaik di tahun 2026 ini. Tentu kami kembali bergairah mengurus kebun, karena pendapatannya sudah sesuai dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan,” ujar Taufik, Minggu (1/2/2026).

Hal serupa disampaikan Ali, seorang pedagang pala di Kuala Batee. Ia mengatakan bahwa kenaikan harga pala sebenarnya sudah mulai terasa sejak penghujung tahun lalu, meskipun berlangsung perlahan.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda hadiri rapat paripurna DPR Aceh. 

“Harga pala mulai bergerak naik sejak akhir tahun lalu, pelan tapi pasti. Sekarang sudah berada di kisaran Rp 25.000 per kilogram untuk pala basah, sedangkan minyak pala mencapai Rp 1,5 juta per kilogram,” jelasnya.

Ali berharap tren positif ini dapat bertahan dalam waktu lama agar petani semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kebun pala mereka. Ia menilai harga saat ini sudah cukup baik untuk memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

“Kalau tidak naik lagi pun tidak masalah, asalkan bertahan seperti sekarang. Harga saat ini sudah sangat bagus dan membuat petani kembali bersemangat,” tambahnya.

Baca Juga :  Gebrakan HRB, Wali Kota Subulussalam Terpilih Lakukan Konsolidasi ke Provinsi Hingga ke Pusat

Menurut Ali, stabilitas harga sangat penting bagi keberlanjutan usaha pertanian pala. Sebab ketika harga terlalu rendah, banyak petani memilih menelantarkan kebun karena hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya perawatan dan tenaga yang dikeluarkan.

“Kalau harga rendah, petani malas mengurus kebun. Biaya dan tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan,” ungkapnya.

Dengan kondisi harga yang mulai membaik ini, para petani di Barsela berharap pala kembali menjadi komoditas andalan yang mampu menopang ekonomi keluarga seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Mereka juga berharap pemerintah dan pihak terkait terus memberikan dukungan agar sektor perkebunan pala semakin berkembang dan memiliki nilai jual yang stabil di pasar.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Aceh Besar Siapkan 200 Hektare Lahan Jagung di Kuta Cot Glie

Aceh Besar

Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar Kerahkan Truk Tangki dan Siapkan Interkoneksi Jaringan untuk Atasi Dampak Kekeringan

Daerah

Jembatan Bailey Teupin Mane Rampung, aktivitas warga sekitar kembali normal

Daerah

Wali Nanggroe Minta Kabupaten/Kota Utamakan Pengelolaan Lingkungan dan Tata Ruang

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tutup Karang Pamitran Pramuka Kwarcab Aceh Besar di Takengon

Daerah

Pelatihan Jurnalistik Kwartir Cabang Pramuka Aceh Barat: Bekali Adik-Adik Pramuka Keterampilan Jurnalistik dan Literasi Digital

Daerah

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Logistik Bencana untuk Kabupaten Pidie

Daerah

Lam Bheu Aceh Besar Masuk Rekor 15 Besar Nasional Sebagai Gampong Digital