Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh korban banjir dan longsor tidak lagi tinggal di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menargetkan para pengungsi sudah menempati hunian yang layak, baik hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), sebelum Ramadhan atau paling lambat sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi para korban bencana yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat. Menurutnya, menjalani ibadah puasa membutuhkan kondisi fisik dan mental yang baik, serta lingkungan tempat tinggal yang manusiawi.
“Target kita jelas, tidak boleh lagi ada masyarakat terdampak banjir dan longsor yang masih tinggal di tenda pengungsian saat Ramadhan. Mereka harus sudah berada di hunian yang lebih layak,” ujar Bobby di Medan, Jumat (6/2/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan sejumlah langkah alternatif. Salah satunya adalah dengan menyewa hotel atau penginapan sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi, apabila pembangunan huntara dan huntap belum sepenuhnya rampung.
“Kita tidak ingin alasan teknis menjadi penghambat. Kalau hunian sementara dan tetap belum selesai seluruhnya, pemerintah siap menyewa hotel agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda,” tegasnya.
Bobby menekankan, langkah ini diambil demi menjaga martabat dan kenyamanan para korban bencana. Tinggal terlalu lama di tenda pengungsian dinilai tidak ideal, terlebih dalam jangka waktu panjang dan menjelang bulan ibadah.
Selain soal hunian, Pemprov Sumut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait, untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Mulai dari perbaikan infrastruktur, penyaluran bantuan logistik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kita ingin memastikan pemulihan berjalan menyeluruh. Bukan hanya rumahnya, tapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” tambah Bobby.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Sumut berharap para korban banjir dan longsor dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk, aman, dan nyaman, tanpa harus bergelut dengan kondisi darurat di tenda pengungsian.(**)
Editor: Redaksi









