Banda Aceh – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh terus mengintensifkan upaya percepatan pembangunan pascabencana di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Berdasarkan laporan perkembangan terbaru per 8 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres pembangunan menunjukkan tren yang semakin menggembirakan, terutama pada sektor hunian sementara bagi warga terdampak serta fasilitas layanan kesehatan.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satgaswil Aceh, Safrizal ZA, yang menegaskan bahwa seluruh jajaran di lapangan terus bekerja secara maksimal demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana dapat segera terpenuhi.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan rumah hunian sementara yang berlokasi di Lapangan Sepak Bola Gampong Bundar, dan diperuntukkan bagi 156 kepala keluarga, mencatat peningkatan progres yang cukup signifikan. Pekerjaan yang sebelumnya berada pada angka 79,84 persen kini telah mencapai 83,01 persen. Capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak.
Kemajuan pembangunan juga terlihat di Kabupaten Pidie Jaya. Di Desa Manyang Cut, pembangunan hunian bagi 96 kepala keluarga meningkat dari 24,18 persen menjadi 26,46 persen. Sementara itu, di Desa Pohroh yang diperuntukkan bagi 72 kepala keluarga, progres pembangunan naik dari 4,72 persen menjadi 5,38 persen.
Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan paling pesat. Pembangunan hunian di kawasan Rumoh Rayeuk I untuk 60 kepala keluarga melonjak dari 31,60 persen menjadi 41,6 persen. Hal serupa terjadi di Rumoh Rayeuk II, di mana progres meningkat dari 25,47 persen menjadi 35,89 persen.
Tak hanya itu, pembangunan hunian di sejumlah gampong lain di Aceh Utara juga menunjukkan tren positif. Di Gampong Lhok Kuyun, progres naik dari 74,25 persen menjadi 77,9 persen. Di Paya Rabo Lhok, pembangunan bergerak dari 41,71 persen menjadi 42 persen. Sementara di Gampong Lagang, progres bahkan melonjak cukup tajam dari 40 persen menjadi 50 persen.
Di wilayah tengah Aceh, tepatnya Kabupaten Bener Meriah, pembangunan hunian sementara di Gampong Tunyang yang diperuntukkan bagi 228 kepala keluarga juga terus berjalan. Progres tercatat meningkat dari 46,53 persen menjadi 49,98 persen.
Sementara itu, di Kota Subulussalam, pembangunan hunian di kawasan Binangan, Kecamatan Rundeng, untuk 60 kepala keluarga mengalami peningkatan dari 6,86 persen menjadi 9,76 persen.
Selain fokus pada penyediaan hunian, Satgaswil Aceh juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pembangunan Puskesmas Sementara Lokop mengalami peningkatan progres dari 81,70 persen menjadi 83,7 persen. Sedangkan Puskesmas Sementara Laklak mencatat lonjakan yang cukup signifikan, dari 71,93 persen menjadi 76 persen.
Safrizal ZA menegaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia juga memastikan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.(**)
Editor: Dahlan









