Aceh Tengah – Pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Rabu (11/2/2026), pengerjaan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah itu telah mencapai 50,6 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa proyek infrastruktur sepanjang 120 meter ini berjalan sesuai rencana. Jembatan gantung ini dibangun sebagai penghubung ruas jalan Desa Kala Ketol menuju Desa Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu membuka akses transportasi yang selama ini terbatas, sekaligus mempercepat mobilitas warga dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan pelayanan kesehatan.
Pembangunan jembatan mendapat dukungan penuh dari TNI Angkatan Darat, baik dari sisi personel maupun material. Pengerjaan di lapangan melibatkan enam personel Koramil 09/Ketol yang dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan serta 13 personel Yon TP 854 di bawah komando Serka Hasanudin Hasibuan. Sinergi dan kerja sama di lapangan menjadi kunci konsistensi progres pembangunan.
Sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pelasteran abutmen angkur seling, perapihan jalan masuk jembatan menggunakan jackhammer di abutmen satu, pengecatan tiang tower pada abutmen dua, serta pengelasan tiang tower di titik yang sama. Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Dari sisi logistik, material pembangunan tersedia memadai, antara lain 490 sak semen, besi berbagai ukuran, 13 truk pasir, lima truk kerikil dan batu split, sling baja, tiang tower, angkur seling, roda seling, perlengkapan pengecatan, hingga baut pengikat.
Serka Hasanudin Hasibuan menyampaikan, pembangunan jembatan gantung ditargetkan rampung pada Februari 2026.
“Pekerjaan terus kami kebut sesuai tahapan. Dengan dukungan personel serta ketersediaan material yang cukup, kami optimistis pembangunan jembatan gantung ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, khususnya di wilayah dengan akses transportasi terbatas. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat pun menyambut pembangunan ini dengan penuh harapan. Ibu Laila (47), warga Desa Burlah, mengaku bersyukur atas hadirnya jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini akses kami cukup sulit, terutama saat musim hujan. Jika jembatan ini selesai, tentu sangat membantu membawa hasil pertanian, mengantar anak-anak ke sekolah, dan keperluan lainnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu pembangunan di desa kami,” ungkapnya.
Menurutnya, jembatan gantung ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan perekonomian masyarakat desa ke depan.(**)
Editor: Dahlan









