Home / Tni

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:40 WIB

TNI Rampungkan Jembatan Bailey di Alue Leuhob, Akses Tiga Kecamatan Kembali Normal

Redaksi

Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Cot Girek memotong pita sebagai tanda peresmian Jembatan Bailey di Desa Alue Leuhob, Aceh Utara, Sabtu (14/2/2026).

Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Cot Girek memotong pita sebagai tanda peresmian Jembatan Bailey di Desa Alue Leuhob, Aceh Utara, Sabtu (14/2/2026).

Aceh Utara – Harapan masyarakat Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, akhirnya terwujud. Prajurit TNI dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Bailey di desa tersebut, Sabtu (14/2/2026). Kehadiran jembatan ini menjadi solusi cepat dan strategis dalam memulihkan akses transportasi warga yang sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.

Pembangunan jembatan darurat permanen ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jembatan Bailey tipe 2-1 dengan panjang 30 meter atau terdiri dari 10 petak tersebut menjadi urat nadi penghubung tiga kecamatan sekaligus, yakni Baktiya, Langkahan, dan Cot Girek. Dengan selesainya pembangunan ini, mobilitas masyarakat yang sebelumnya terhambat kini kembali berjalan normal.

Material jembatan merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, berupa konstruksi modular luar negeri tahun 2026. Sistem Bailey yang dikenal kuat dan efisien memungkinkan proses pemasangan dilakukan relatif cepat tanpa mengurangi standar keamanan dan kekokohan konstruksi. Kehadiran jembatan ini sekaligus menunjukkan respons cepat negara melalui TNI dalam menangani dampak bencana di daerah.

Baca Juga :  Prajurit Kodam IM dan Warga Desa Pantan Sinaku Bangun akses Jembatan Darurat

Secara geografis, posisi Desa Alue Leuhob sangat strategis karena menjadi jalur lintas penghubung menuju sejumlah wilayah sekitar, termasuk Desa Buket Agu di Kecamatan Lhoksukon. Tanpa akses jembatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan sempat terganggu. Kini, roda perekonomian masyarakat diharapkan kembali berputar dengan lebih lancar.

Peresmian jembatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dandim 0103/Aceh Utara melalui Pabung Kodim 0103/Aceh Utara Mayor Czi Rusli, Pasi Intel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, unsur Muspika Kecamatan Cot Girek, Imam Gampong Alue Leuhob Tgk. Ladi, Geuchik Desa Alue Leuhob Bapak Adi Lestari, A.Md, serta masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Hadiri Rapat Forkopimda Bahas Penertiban Tambang Ilegal di Aceh

Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk. Ladi sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga. Suasana penuh haru dan kebersamaan terlihat jelas, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong antara aparat dan masyarakat.

Prosesi peresmian kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh Mayor Czi Rusli didampingi unsur Muspika Kecamatan Cot Girek. Tepuk tangan dan senyum warga mengiringi momen simbolis tersebut—sebuah tanda bahwa akses kehidupan mereka kini kembali terbuka.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Adi Lestari, A.Md, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang aman dan layak.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung jalan, tetapi juga penghubung harapan masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas kerja keras TNI dan semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  14 hari dirawat, Kakesdam IM hembuskan nafas terakhir di RS Zainal Abidin

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Perawatan dan pengawasan berkala, katanya, menjadi kunci agar infrastruktur tersebut tetap aman dan berfungsi optimal.

Keberhasilan pembangunan Jembatan Bailey di Alue Leuhob menjadi simbol nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur berorientasi pada kepentingan rakyat. Lebih dari sekadar konstruksi baja, jembatan ini adalah bukti komitmen percepatan pemulihan pascabencana dan penguatan konektivitas wilayah di Kabupaten Aceh Utara.

Dengan akses yang kembali terbuka, masyarakat kini dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dengan lebih aman dan efisien. Harapannya, jembatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga fondasi bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Tni

Pangdam Iskandar Muda Resmikan Usaha Dapur Umum Program Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh

Berita

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 112/DJ galar layanan Kesehatan gratis di Puncak Jaya

Tni

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Rapat Forkopimda Bahas Penertiban Tambang Ilegal di Aceh

Tni

Pangdam Iskandar Muda Gencarkan Gerakan Pangan Murah Jelang HUT ke-80 TNI

Tni

TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Burlah Aceh Tengah

Aceh

Tim Kesehatan Gabungan TNI Relawan beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban banjir di Bener Meriah

Tni

Pangdam IM Apresiasi Satgas UNIFIL Kodam IM yang Bangun Water Filtration System untuk Warga Lebanon Selatan

Kemerdekaan

HUT RI Ke- 80, Pangdam IM : Mari Kita bersatu dalam bingkai NKRI untuk Aceh lebih maju