Home / Daerah

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:09 WIB

Jembatan Darurat Salah Sirong–Bivak Ambruk Dua Hari Setelah Rampung

Redaksi

Jembatan darurat ruas Salah Sirong–Bivak yang baru selesai dibangun dua hari sebelumnya ambruk ke aliran sungai setelah debit air meningkat akibat hujan deras di kawasan hulu.

Jembatan darurat ruas Salah Sirong–Bivak yang baru selesai dibangun dua hari sebelumnya ambruk ke aliran sungai setelah debit air meningkat akibat hujan deras di kawasan hulu.

Bireuen – Jembatan darurat penghubung ruas Salah Sirong–Bivak yang dibangun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia dilaporkan ambruk ke dalam aliran Krueng Peusangan pada Rabu (18/2/2026). Ironisnya, jembatan darurat tersebut baru saja selesai dibangun dua hari sebelumnya, tepatnya pada Senin (16/2/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ambruknya jembatan terjadi setelah debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu dalam beberapa hari terakhir. Arus sungai yang deras diduga mengikis struktur penyangga hingga menyebabkan badan jembatan tidak mampu bertahan dan akhirnya runtuh.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Kadisdik Dayah Hadiri Penglepasan dan Wisuda Syahadah Al Quran 30 Juz ke-VII Ma'had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas

Pembangunan jembatan darurat tersebut sebelumnya dilakukan sebagai solusi cepat untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur di kawasan tersebut. Jalur Salah Sirong–Bivak diketahui menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah pedalaman Aceh.

Namun, runtuhnya jembatan dalam waktu sangat singkat menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan apakah perencanaan teknis pembangunan jembatan darurat tersebut telah memperhitungkan faktor risiko hidrologi, termasuk potensi kenaikan debit air saat musim hujan.

Secara teknis, pembangunan jembatan darurat memang ditujukan sebagai solusi sementara dengan waktu pengerjaan yang cepat. Meski demikian, konstruksi darurat tetap dituntut memiliki ketahanan minimal terhadap kondisi alam setempat, terutama jika dibangun di atas sungai dengan karakter arus yang fluktuatif.

Baca Juga :  Kebangkitan Cokelat Sabang: Dari Dapur Sederhana, CokBang Mengguncang Pasar Global dan Menghidupkan Harapan Petani

Sejumlah warga menyebutkan bahwa peningkatan debit air di Krueng Peusangan bukanlah fenomena baru, terutama saat curah hujan tinggi di daerah hulu. Karena itu, muncul kritik terkait kekuatan pondasi dan metode pemasangan struktur jembatan yang dinilai belum cukup mengantisipasi kondisi ekstrem.

Selain menghambat kembali akses transportasi masyarakat, ambruknya jembatan darurat tersebut juga berpotensi menambah beban anggaran negara jika harus dilakukan pembangunan ulang dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Polres Aceh Tamiang Tetap Layani Masyarakat Meski Mako Berlumpur Akibat Banjir

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait evaluasi teknis konstruksi maupun langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah pusat. Publik juga mendorong adanya transparansi mengenai proses perencanaan, standar konstruksi darurat, serta pengawasan pelaksanaan proyek.

Perhatian terhadap kejadian ini turut diarahkan kepada Kantor Staf Presiden Republik Indonesia agar dapat melakukan monitoring terhadap percepatan penanganan infrastruktur serta memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga meskipun dalam kondisi darurat.

Masyarakat berharap pembangunan ulang nantinya tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga ketahanan struktur agar akses vital tersebut dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Gercep, Bupati Al-Farlaky Tinjau Lahan Pembangunan Rumah Singgah Warga Aceh Timur di Banda

Daerah

BSI Hadirkan dua Unit Mobil Mushola di Stadion Dimurthala

Daerah

Tembus Jalan Terjal dan Longsor, Wali Kota Illiza Hantarkan Amanah Bantuan Warga Mojokerto ke Desa Babo

Daerah

Polisi Saweu Sikula”, Kolaborasi Disdik dan Polda Aceh Tekan Kenakalan Remaja di Aceh Selatan

Daerah

Tinjau Lokasi Konservasi Gajah di Aceh Tengah, Mualem Komitmen Atasi Konflik Manusia-Satwa Liar 

Daerah

Pascakebakaran, SDN 5 Kuta Makmur Gotong Royong Pulihkan Sekolah

Daerah

Gebrakan HRB, Wali Kota Subulussalam Terpilih Lakukan Konsolidasi ke Provinsi Hingga ke Pusat

Daerah

Mualem Tinjau Material Tower Pengganti yang Tiba di Aceh