Home / Ekonomi

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:42 WIB

WTP dan Digitalisasi Perkuat Kepercayaan Publik pada Bank Aceh Syariah

Redaksi

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, bersama Direktur utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, (28/2/2026).

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, bersama Direktur utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, (28/2/2026).

Banda Aceh — Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Isa Alima, mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta konsistensi penguatan inovasi digital yang terus dilakukan Bank Aceh Syariah di bawah kepemimpinan Direktur Utama Fadhil Ilyas.

Isa Alima yang juga merupakan mantan anggota DPRK Pidie menilai, capaian WTP bukan sekadar prestasi administratif dalam laporan keuangan, tetapi menjadi indikator penting dari tata kelola yang sehat, disiplin organisasi, serta komitmen terhadap transparansi.

“WTP adalah suara sunyi dari kerja yang tertib. Ia lahir dari integritas yang dijaga hari demi hari, bukan dari kebetulan,” ujarnya di Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga :  Salurkan 2.300 Paket Daging Kurban, Rektur UIN Ar-Raniry: Apresiasi Bantuan Emirates Red Crescent

Menurutnya, di tengah sorotan publik terhadap lembaga keuangan daerah, Bank Aceh Syariah justru menunjukkan arah yang positif melalui penguatan manajemen dan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap bank milik daerah.

Selain capaian WTP, Isa juga menyoroti langkah transformasi digital yang terus diperkuat. Ia menilai digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi perubahan pendekatan layanan agar lebih cepat, mudah, dan merata.

Baca Juga :  BI: Ekonomi Aceh Mulai Bangkit Usai Tekanan Sepanjang 2025

“Inovasi digital adalah jembatan antara lembaga dan rakyat. Ia memangkas jarak, mempercepat layanan, dan menghadirkan rasa adil dalam akses,” katanya.

Ia menambahkan, bank daerah harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, pelaku UMKM, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Lebih lanjut, Isa menilai Bank Aceh Syariah memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Dengan prinsip syariah sebagai landasan, bank daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat.

Baca Juga :  Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi

Ia berharap capaian WTP dan penguatan digitalisasi tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari kemudahan layanan hingga peningkatan pembiayaan sektor UMKM.

Menutup pernyataannya, Isa Alima menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan Fadhil Ilyas telah meletakkan fondasi yang tepat bagi masa depan Bank Aceh Syariah.

“Aceh membutuhkan bank daerah yang tidak hanya patuh aturan, tetapi juga visioner membaca zaman. Bank Aceh Syariah sedang melangkah ke arah itu, tenang, tapi pasti,” pungkasnya.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Ekonomi

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Daerah

Harga Beras di Aceh Besar Turun

Ekonomi

BSI Perkuat Pemulihan Pascabencana Lewat Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan NTB

Ekonomi

Harga Emas di Langsa Tembus Rp10,2 Juta, Pembeli Tetap Ramai

Ekonomi

PT Surveyor Indonesia dan BPMA Dorong Pengelolaan Migas Berkelanjutan untuk Ekonomi Aceh

Ekonomi

BI: Ekonomi Aceh Mulai Bangkit Usai Tekanan Sepanjang 2025

Ekonomi

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah