Home / Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:16 WIB

3 Bulan Pascabanjir, 204 Huntara di Pante Labu Belum Dihuni

Redaksi

Ratusan warga Dusun Bahagia, Desa Pante Labu, Aceh Timur, masih bertahan di tenda darurat tiga bulan pascabanjir, sementara 204 unit hunian sementara yang direncanakan belum dapat ditempati.(3/3/2026).

Ratusan warga Dusun Bahagia, Desa Pante Labu, Aceh Timur, masih bertahan di tenda darurat tiga bulan pascabanjir, sementara 204 unit hunian sementara yang direncanakan belum dapat ditempati.(3/3/2026).

Idi – Tiga bulan setelah banjir besar menerjang Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, ratusan warga Dusun Bahagia masih bertahan di tenda darurat. Hingga pertengahan Ramadan, satu pun dari 204 unit hunian sementara (huntara) yang direncanakan belum dapat ditempati.

Ketua Aliansi Pers Rehab Rekon Pascabanjir Aceh, Masri, menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Keterlambatan pembangunan huntara membuat warga terpaksa memperpanjang masa tinggal di pengungsian.

“Sudah tiga bulan warga tinggal di tenda. Dari 204 unit huntara yang direncanakan, belum satu pun bisa ditempati. Ini tentu sangat memprihatinkan, apalagi sekarang sudah Ramadan,” ujar Masri, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi Janji Sikat Habis Segala Bentuk Aksi Premanisme

Ia berharap pemerintah segera mempercepat proses pembangunan agar warga tidak harus merayakan Idulfitri di bawah terpal.

“Kami berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan. Jangan sampai masyarakat harus merayakan Idulfitri masih di bawah terpal,” tegasnya.

Di lokasi pengungsian, kondisi kehidupan jauh dari kata layak. Tenda berbahan terpal menjadi ruang hidup yang sempit dan panas. Pada siang hari, suhu di dalam tenda terasa menyengat, sementara pada malam hari udara lembap memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga :  Satgas Gulbencal Bangun Jembatan Bailey di Desa Lot Bener, Kecamatan Bener Kelipah, Bener Meriah

Saidah, salah seorang warga terdampak, mengaku telah tinggal di tenda lebih dari tiga bulan bersama keluarga besarnya.

“Kami sudah lebih tiga bulan di tenda. Dalam satu tenda dua keluarga, panas sekali kalau siang, anak-anak sering sakit,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan keterbatasan pangan selama berada di pengungsian.

“Untuk berbuka, kadang hanya ada sirup dan nasi. Lauk jarang sekali. Kami ingin segera pindah ke huntara supaya lebih layak,” katanya.

Keuchik Gampong Pante Labu, Muchlis, membenarkan hingga kini belum ada huntara yang dapat dihuni warga karena proses pengerjaan masih berjalan lambat.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Kak Ana Salurkan 5,4 Ton Ikan Segar untuk Warga Lhokseumawe 

“Belum ada satu pun huntara yang bisa dihuni. Warga sangat berharap sebelum Lebaran sudah bisa menempati tempat yang lebih layak,” ujarnya.

Menurut Muchlis, kondisi warga membutuhkan perhatian serius, baik percepatan pembangunan huntara maupun penguatan distribusi bantuan kebutuhan dasar.

Warga kini menanti kepastian dan langkah konkret dari pemerintah agar sisa Ramadan dapat dijalani dengan lebih aman dan bermartabat, serta Idulfitri tidak lagi dirayakan di tengah keterbatasan pengungsian.(RB)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Investasi Migas Diharapkan Mampu Mensejahterakan Rakyat Aceh

Daerah

HMI Aceh Besar Gelar FGD: Kawal Kebijakan Legislatif dan Eksekutif Menjelang Pelantikan Kepala Daerah Aceh

Daerah

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Aceh Tamiang Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

Daerah

Polisi Amankan Pasar Krueng Geukueh Jelang Meugang

Daerah

Tembus Lokop via Udara, Kak Na Antar Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

Aceh

Prajurit Kodam IM Bersihkan Makam Raja Nagari Bihari di Kabupaten Pidie

Daerah

Kasdam Iskandar Muda Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-80 TNI di Blang Padang

Daerah

Wujudkan Solidaritas APEKSI, Wali Kota Banda Aceh Antar Donasi Warga Surabaya dan Kalimantan ke Lhokseumawe-Langsa