Home / Nasional / Pemerintah

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:39 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan Pembelajaran Bahasa Prancis untuk Perkuat Daya Saing Global

REDAKSI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat memberikan keterangan terkait dorongan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat memberikan keterangan terkait dorongan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Jakarta – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kini memasuki babak baru. Pemerintah mulai mendorong penguasaan bahasa asing yang lebih beragam, termasuk bahasa Prancis, sebagai bagian dari strategi strategis menghadapi persaingan global yang semakin terbuka.

​Gagasan ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dorongan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas di berbagai jenjang pendidikan. Langkah tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang demi mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi dunia kerja dan pendidikan internasional yang terus berkembang.

​Bukan Sekadar Nilai Tambah

​Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menilai kemampuan berbahasa asing di era globalisasi saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting.

​Menurut Qodari, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya dalam berkomunikasi lintas negara dan budaya.

Baca Juga :  Ketua DPRK Irwansyah Dampingi Gubernur Lepas Kloter Pertama Haji Aceh

​”Dalam dunia yang semakin terhubung, keterampilan berbahasa menjadi salah satu kunci agar generasi muda mampu bersaing dan menjangkau peluang yang lebih luas,” ujar Qodari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

​Ia juga menjelaskan bahwa pengenalan bahasa asing di sekolah sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Selama ini, sejumlah lembaga pendidikan telah menyediakan berbagai pilihan bahasa internasional seperti Inggris, Mandarin, Jepang, serta bahasa lainnya sesuai minat peserta didik.

​Oleh karena itu, wacana penguatan bahasa Prancis ini hadir sebagai bagian dari perluasan akses pembelajaran bahasa global, bukan untuk menggantikan bahasa-bahasa yang sudah diajarkan sebelumnya.

​Posisi Strategis Bahasa Prancis

​Bahasa Prancis sendiri memiliki posisi yang sangat strategis di kancah internasional. Selain digunakan di berbagai negara di kawasan Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara, bahasa ini juga menjadi salah satu bahasa resmi di banyak organisasi internasional, termasuk lembaga diplomasi dan kerja sama multilateral.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Sekdisbud Aceh Besar Pantau Makan Siang Gratis di Beberapa Sekolah

​Penguasaan bahasa Prancis diyakini mampu membuka peluang yang jauh lebih besar bagi pelajar Indonesia, mulai dari:

​Memperoleh beasiswa internasional.

​Mengikuti program pertukaran pelajar.

​Menjalin kerja sama riset dan pendidikan dengan institusi luar negeri.

​Teknis Pelaksanaan di Bawah Kemendikdasmen

​Mengenai implementasi teknisnya, Qodari menegaskan bahwa hal tersebut nantinya akan berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah dipastikan akan mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan tenaga pengajar, kurikulum, hingga kebutuhan khas di masing-masing daerah.

​”Pengaturan teknis tentu akan disesuaikan oleh kementerian yang membidangi pendidikan agar pelaksanaannya efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik,” terangnya.

​Dorongan penguatan bahasa ini juga sejalan dengan semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga pertahanan. Pemerintah berharap kompetensi bahasa asing yang kuat ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam kerja sama internasional.

Baca Juga :  Usai Kunker dari Istanbul, Menlu Sugiono Transit di Aceh

​Tanggapan Pengamat Pendidikan

​Di sisi lain, pengamat pendidikan menilai langkah ini dapat menjadi peluang positif bagi dunia pendidikan tanah air, asalkan diterapkan secara bertahap dan terukur. Selain mampu memperluas wawasan global para siswa, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa asing dinilai efektif meningkatkan daya saing para lulusan Indonesia di pasar kerja internasional.

​Di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat, kemampuan beradaptasi menjadi modal utama. Penguasaan bahasa asing, termasuk bahasa Prancis, dipandang sebagai salah satu bekal penting agar generasi masa depan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pemain utama dalam percaturan global.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wakili Bupati, Asisten II Sekda Aceh Besar Hadiri Malam Resepsi HUT ke-820 Kota Banda Aceh

Hukum

Penyidik Polda Aceh Hentikan Kasus Pelanggaran Hak Siar Pengusaha Warkop

Parlementarial

Aceh Kehilangan Triliun Rupiah, DPRA Desak Bangun Pelabuhan Ekspor CPO Sendiri

Pemerintah

Polda Aceh Kerahkan 661 Personel untuk Amankan Hari Buruh Internasional

Aceh

Pemerintah Pusat Diharapkan Permudah Izin Bantuan Internasional untuk Aceh 

Nasional

Polsek Mamajang Gelar Patroli Jelang Buka Puasa, Tiga Motor Tanpa Plat Diamankan

Aceh Besar

Syech Muharram dan Syukri A Jalil Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Periode 2025-2030

Nasional

Perkuat Industri dan Sosial, Wagub Aceh dan Dirut SIG Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis