Home / Bappeda Aceh

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:58 WIB

FISIP UIN Ar-Raniry Yudisium 61 Lulusan, Kepala BAPPEDA Aceh Ajak Alumni Rawat Perdamaian dan Kawal Otsus

REDAKSI

FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh gelar Yudisium Gelombang I & II 2026, Kamis 11/6/2026, meluluskan 61 sarjana. Kepala BAPPEDA Aceh Dr. Zulkifli dalam orasi ilmiah dorong lulusan jadi Agent of Change, Development & Modernization untuk kawal Otsus, rawat perdamaian pasca-MoU Helsinki, dan selaraskan RPJMA 2025-2029, Kamis 11/06/2026.

FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh gelar Yudisium Gelombang I & II 2026, Kamis 11/6/2026, meluluskan 61 sarjana. Kepala BAPPEDA Aceh Dr. Zulkifli dalam orasi ilmiah dorong lulusan jadi Agent of Change, Development & Modernization untuk kawal Otsus, rawat perdamaian pasca-MoU Helsinki, dan selaraskan RPJMA 2025-2029, Kamis 11/06/2026.

Banda Aceh – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menggelar prosesi Yudisium Gelombang I dan II Tahun 2026 pada Kamis (11/06/2026).

Berlangsung di Gedung FISIP UIN Ar-Raniry, acara ini menjadi momentum krusial bagi para sarjana baru untuk merekonstruksi tatanan sosial di tengah derasnya arus disrupsi digital dan dinamika kebangsaan.

Dalam acara tersebut, Kepala BAPPEDA Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., hadir menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Rekonstruksi Tatanan Sosial; Peran Generasi Muda FISIP dalam Keberlanjutan Berbangsa”.

Dalam paparannya, Dr. Zulkifli menegaskan bahwa lulusan FISIP memiliki tanggung jawab besar untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan harus bertransformasi menjadi operator sistem pembangunan, khususnya di Aceh.

“Yudisium ini bukan akhir, melainkan modal awal untuk berhadapan dengan dunia pengabdian yang sesungguhnya. Generasi muda FISIP harus berdiri di garda terdepan sebagai Agent of Change (Agen Perubahan), Agent of Development (Agen Pembangunan), dan Agent of Modernization (Agen Pembaharuan),” ujar Dr. Zulkifli di hadapan para peserta yudisium, dosen, tenaga kependidikan, dan para tamu undangan.

Kepala BAPPEDA menyoroti tantangan berat yang dihadapi pemuda saat ini, mulai dari maraknya perilaku menyimpang di media sosial hingga rendahnya angka wirausaha sosial kerah putih di kalangan pemuda Aceh yang saat ini baru mencapai 0,35 persen.

Oleh karena itu, lulusan FISIP diharapkan mampu:

Mengawal otonomi khusus (otsus).

Merawat perdamaian pasca-MoU Helsinki yang diraih dengan susah payah.

Menyelaraskan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2025-2029.

Menutup orasi ilmiahnya, Dr. Zulkifli kembali mengingatkan para sarjana baru untuk selalu memegang teguh idealisme, menjaga moralitas, serta menghormati jasa orang tua yang telah bersusah payah mengantarkan mereka hingga ke garis finis akademis.

“Jadilah sarjana yang berguna, bukan sekadar bergelar akademis. Pegang kuat prinsip idealisme dengan tetap tawadhu’ atau rendah hati, bukan rendah diri,” pungkasnya memotivasi para lulusan untuk siap memikul estafet kepemimpinan bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag., dalam arahan dan nasehatnya menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan.

Prof. Muji menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama di bangku perkuliahan tidak boleh sekadar menjadi pajangan akademis. Ilmu tersebut harus menjadi pisau analisis yang tajam untuk membedah, menganalisis, dan menyembuhkan segala penyakit sosial yang sedang menjangkiti masyarakat hari ini.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FISIP UIN Ar-Raniry, Eka Januar, M.Soc.Sc., merincikan bahwa jumlah peserta yudisium khusus pada Gelombang I dan II tahun 2026 ini mencapai 61 orang.

Lebih lanjut, Eka memaparkan bahwa hingga saat ini, FISIP UIN Ar-Raniry yang menaungi dua program studi strategis yaitu Program Studi Ilmu Politik dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara telah meluluskan total sebanyak 1.216 alumni yang kini tersebar di berbagai sektor pengabdian.

Editor: Redaksi

Share :