Home / Pemko Banda Aceh

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:33 WIB

Lawan Krisis Iklim, Para Wali Kota Se-Indonesia ‘Hijaukan’ Medan Lewat Aksi Simbolis di Rakernas APEKSI

REDAKSI

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menanam Pohon Kenanga bersama para kepala daerah dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Taman Cadika, Kota Medan, Kamis (2/7/2026).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menanam Pohon Kenanga bersama para kepala daerah dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Taman Cadika, Kota Medan, Kamis (2/7/2026).

Medan – Di tengah bayang-bayang ancaman perubahan iklim dan laju urbanisasi yang kian masif, masa depan kota-kota di Indonesia kini dipertaruhkan pada komitmen ekologis para pemimpinnya. Pesan kuat inilah yang mengalun dari Taman Cadika, Kota Medan, Kamis (2/7/2026), saat para kepala daerah berkumpul dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.

​Bukan sekadar urusan seremonial di atas podium, para wali kota dari berbagai penjuru tanah air langsung turun ke tanah untuk melakukan aksi penanaman pohon bersama. Langkah nyata ini menjadi simbol kolektif dalam merespons bencana hidrometeorologi serta menegaskan arah pembangunan perkotaan yang wajib berwawasan lingkungan demi generasi masa depan.

​Salah satu figur yang mencuri perhatian dalam aksi hijau ini adalah Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Ia menanam Pohon Kenanga—pohon dengan aroma khas dan nilai ekologis tinggi—sebagai representasi harapan agar modernisasi kota tetap selaras dengan kelestarian alam.

Baca Juga :  Kolaborasi Wujudkan Kota Sehat, Pemko Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

​Mengakhiri Era “Membangun Sendiri-Sendiri”

​Bagi Illiza, Rakernas APEKSI melampaui batas ruang rapat formal. Forum ini adalah panggung kolaborasi horizontal, di mana kota-kota besar maupun kecil dapat saling mengadopsi inovasi, bertukar taktik pelayanan publik, hingga berbagi solusi penanggulangan bencana dan transformasi digital.

​Ia menekankan bahwa ego sektoral antarwilayah sudah tidak lagi relevan dalam menjawab kompleksitas problem perkotaan hari ini.

​“Kolaborasi merupakan kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan. Tidak ada lagi alasan bagi sebuah kota untuk berjalan sendiri ketika kota lain memiliki pengalaman dan inovasi yang bisa dibagikan,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Tiga Hari di Aceh Tamiang, Wali Kota Illiza Antar Bantuan Hingga Tembus Daerah Terisolasi

​Lebih lanjut, Illiza menguraikan bahwa beban yang dipikul pemerintah kota saat ini kian berlapis. Mulai dari urusan pelik pengelolaan sampah, krisis ketahanan pangan, hingga penyediaan ruang publik yang inklusif. Oleh sebab itu, jaring pengaman antardaerah harus ditenun lebih kuat.

​“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kota yang berjalan sendiri. Ketika satu kota menghadapi tantangan, kota lain siap memberikan dukungan, baik melalui berbagi pengalaman maupun mencari solusi bersama,” katanya.

​Prinsip saling menopang inilah yang disebutnya sebagai fondasi utama pergerakan asosiasi para pemimpin kota tersebut.

​“Inilah semangat APEKSI, memperkuat kapasitas pemerintah kota agar mampu memberikan pelayanan terbaik dan membangun kota yang tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat kita,” tambahnya.

​Investasi Oksigen untuk Masa Depan

​Menutup aksinya di Taman Cadika, Illiza mengingatkan rekan-rekan sejawatnya bahwa ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar. Kemajuan ekonomi sebuah kota akan menjadi semu jika masyarakatnya kehilangan kenyamanan lingkungan yang sehat.

Baca Juga :  Perkuat Layanan Syariah, RSUD Meuraxa Raih Penghargaan Nasional

​Ia berharap momentum di Kota Medan ini mampu memantik gerakan penghijauan yang lebih masif di seluruh daerah di Indonesia.

​“Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi inspirasi bagi seluruh daerah untuk terus menanam pohon, menjaga lingkungan, dan membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga lestari dan nyaman untuk ditinggali,” harap Illiza.

​Melalui gelaran Rakernas XVIII APEKSI 2026, kota-kota di Indonesia sedang mengirimkan sinyal jelas ke publik: mereka siap bertransformasi menjadi kota yang tangguh, aman, dan berkelanjutan secara linier. (TM)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Ikuti Deklarasi Techpreneur DEAL 2026, Komit Bangun Ekosistem Startup Lokal

Pemko Banda Aceh

​”Wali Kota Banda Aceh: Disiplin ASN Bukan Sekadar Kehadiran, Tapi Kualitas Manfaat bagi Masyarakat”

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Paparkan Strategi Kota Tangguh Di YCC Rakernas Apeksi 2026

Pemko Banda Aceh

Pedagang Sirih MRB Direlokasi ke Depan MPP, Pemko: Demi Kenyamanan Jamaah

Ekbis

Pemko Banda Aceh Hadirkan Stan Boom PBB-P2 di CFD, Diskon Hingga 75 Persen

Pemko Banda Aceh

CINTAKAH PADA MAS TUKIMAN: Disdukcapil Banda Aceh Serahkan KK dan KTP Baru Usai Akad Nikah

Dinas Syariat Islam Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Pembinaan Intensif LPTQ, Siapkan Kafilah MTQ Provinsi dan Nasional

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh: Kami Tidak Menyangka Ada ASN Yang Terlibat Terorisme