Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh melalui program Bank Indonesia (BI) Mengajar. Program BI Mengajar kali ini dilaksanakan bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Banda Aceh pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Ratusan mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah mendapatkan penguatan pemahaman mengenai peran, tugas, dan kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Pelaksanaan BI Mengajar merupakan wujud nyata komitmen kewajiban sosial Bank Indonesia dalam mempersiapkan generasi masa depan yang melek , terutama dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai kebanksentralan. Para Mmahasiswa dibekali pemahaman utuh mengenai bank sentral, sebab di tangan merekalah kelak kemudi perekonomian dipegang, baik sebagai calon pemimpin, akademisi, ekonom, danmaupun pelaku usaha. Dengan bekal yang mumpuni, para calon pemimpin muda ini diharapkan tampil di garis depan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Aceh maupun di tingkat nasional.
Pelaksanaan BI Mengajar ini menjadi bagian dari kurikulum Mata Kuliah Kebanksentralan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Ar-Raniry. Materi yang disampaikan mengupas secara dalam mengenai tugas, tujuan, dan kewenangan Bank Indonesia sebagai bank sentral. Selain itu, para pemateri juga menyampaikan paparan mengenai perkembangan terkini mengenai kebijakan sistem pembayaran. Materi ini menyoroti perkembangan dan inovasi sistem pembayaran seperti QRIS dan BI-FAST yang mengubah cara masyarakat bertransaksi. Dengan integrasi dalam mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari kebanksentralan secara teoritis, namun juga memperoleh perspektif langsung dari para praktisi bank sentral mengenai bagaimana kebijakan dirumuskan dan dijalankan.
Selain sebagai sarana edukasi, BI Mengajar juga menjadi media komunikasi kebijakan dan program kerja Bank Indonesia terkini, baik kebijakan secara nasional maupun program yang dijalankan di level daerah. Di tangan mahasiswa, kebijakan Bank Indonesia diharapkan menggema jauh di kalangan generasi muda. Dari bangku kuliah, pesan kebijakan tersebut dapat mengalir ke teman sebaya, keluarga, hingga masyarakat sekitar.
Penyampaian materi kebanksentralan pada BI Mengajar dibawakan langsung oleh pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang tidak hanya memahami substansi kebijakan, tetapi juga berada di garda terdepan dalam implementasinya di lapangan. Dari pengalaman itulah para pengajar membagikan contoh nyata bagaimana sebuah kebijakan bank sentral bekerja hingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat. Materi pun diracik khusus dengan konteks lokal Aceh, termasuk karakteristik perekonomian daerah hingga perkembangan ekosistem keuangan di Bumi Serambi Mekkah sehingga lebih mudah dipahami dan benar-benar relevan bagi pada mahasiswa.
BI Mengajar sekaligus menjadi wujud penguatan kolaborasi dan sinergi Bank Indonesia dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi merupakan mitra strategis Bank Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia unggul, menggaungkan kebijakan bank sentral hingga ke ruang kelas, serta melahirkan kajian dan riset ekonomi yang tajam, khususnya yang berkaitan dengan perekonomian daerah.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan melanjutkan kerja sama BI Mengajar dengan perguruan tinggi lainnya di Provinsi Aceh. Perluasan program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa sehingga pemahaman mengenai kebanksentralan semakin merata di kalangan generasi muda Aceh.
Editor: Dahlan










