Banda Aceh – Kenaikan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberi efek nyata pada pergerakan harga komoditas global, termasuk emas di pasar lokal Aceh. Dampak tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat di Langsa, di mana harga emas murni dilaporkan melonjak signifikan pada Senin (2/3/2026) hingga mencapai Rp9.300.000 per mayam.
Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam operasi militer yang dilaporkan berlangsung sejak akhir Februari. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan, sehingga mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya emas.
Berdasarkan informasi dari Toko Emas Jasa Sejahtera di Langsa, harga emas murni kadar 99,5 persen mengalami kenaikan Rp100.000 per mayam dalam kurun waktu dua hari. Pada Sabtu (28/2), harga emas masih berada di angka Rp9.200.000 per mayam, namun tren penguatan berlanjut hingga awal pekan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana dinamika global dapat berdampak langsung pada pasar daerah, termasuk di Aceh yang memiliki tradisi transaksi emas menggunakan satuan mayam. Kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi faktor lokal, tetapi juga pergerakan harga emas dunia yang melonjak lebih dari satu persen setelah serangan balasan rudal dari Teheran.
Emas Kembali Jadi Aset Safe Haven
Para analis ekonomi menilai bahwa eskalasi konflik militer membuat investor global menghindari instrumen berisiko seperti saham dan mata uang tertentu. Sebagai gantinya, emas kembali menjadi pilihan utama karena dianggap mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian.
Selain faktor konflik, kekhawatiran gangguan distribusi energi dunia juga ikut memperkuat tren kenaikan harga. Jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia dinilai berpotensi terdampak apabila konflik meluas.
Jika jalur tersebut terganggu, harga energi global bisa meningkat dan memicu tekanan inflasi internasional. Kondisi ini secara historis selalu diikuti oleh kenaikan harga emas.
Respons Masyarakat dan Pelaku Usaha Emas
Pemilik toko emas di Langsa mengungkapkan bahwa pergerakan harga saat ini sangat cepat dan dinamis. Penyesuaian harga dilakukan hampir setiap hari mengikuti perkembangan pasar global.
Meski harga melonjak, minat masyarakat untuk memantau harga emas tetap tinggi. Sebagian warga memilih menahan emas sebagai investasi jangka panjang sambil menunggu kondisi geopolitik stabil. Namun, tidak sedikit pula yang mulai mempertimbangkan menjual kembali emas mereka untuk mengambil keuntungan dari selisih harga.
Tren ini lazim terjadi ketika harga emas mengalami kenaikan tajam dalam waktu singkat.
Potensi Harga Masih Menguat
Para pengamat pasar memprediksi harga emas masih berpotensi mencetak rekor baru apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut. Ketidakpastian global, fluktuasi nilai tukar, serta potensi gangguan pasokan energi menjadi faktor utama yang dapat menjaga tren penguatan emas dalam beberapa pekan ke depan.
Masyarakat diimbau tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi, terutama dengan mempertimbangkan risiko fluktuasi harga yang dapat berubah cepat mengikuti perkembangan situasi internasional.
Informasi ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk laporan pasar lokal yang dipublikasikan oleh Info Banda Aceh.(**)
Editor: Dahlan













