Banda Aceh — Suasana kebersamaan terasa kental di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, saat masyarakat mempersiapkan hidangan khas Aceh, kuah beulangong, menjelang pelaksanaan Khanduri Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam momen penuh kehangatan tersebut, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah turut hadir dan berbaur langsung bersama masyarakat yang sedang memasak hidangan tradisional itu.
Kegiatan Khanduri Ramadhan yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026 itu menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Aceh setiap datangnya bulan suci. Di area dapur umum yang dipenuhi wajan besar dan aroma rempah-rempah khas Aceh, Kapolda tampak berbincang akrab dengan warga, para relawan, serta panitia yang tengah sibuk menyiapkan kuah beulangong untuk hidangan berbuka puasa bersama.
Kuah beulangong sendiri merupakan masakan khas Aceh yang dimasak dalam kuali besar atau “beulangong”, biasanya berisi daging sapi atau kambing dengan bumbu rempah yang kaya. Hidangan ini lazim disajikan dalam berbagai acara adat, kenduri, maupun peringatan keagamaan, termasuk Khanduri Ramadhan yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Aceh.
Kehadiran Kapolda Aceh di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari warga. Ia tidak hanya menyapa, tetapi juga menyempatkan diri melihat langsung proses memasak kuah beulangong yang dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dari berbagai gampong di Banda Aceh dan sekitarnya.
Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026) menyampaikan bahwa kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, kedekatan antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih dalam momentum bulan suci Ramadhan yang sarat dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kapolda Aceh hadir langsung dan berbaur dengan masyarakat di area memasak kuah beulangong sebagai wujud kebersamaan dan kedekatan Polri dengan masyarakat yang merupakan mitra strategis dalam menjaga kamtibmas,” ujar Joko.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan lingkungan dapat diantisipasi secara bersama-sama.
Khanduri Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman sendiri merupakan salah satu tradisi keagamaan yang selalu dinanti masyarakat Aceh. Dalam kegiatan ini, ribuan warga berkumpul untuk berbuka puasa bersama dengan hidangan yang dimasak secara gotong royong. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat yang hadir tampak memadati area sekitar masjid. Hidangan kuah beulangong yang telah matang kemudian dibagikan kepada jamaah dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Usai pelaksanaan Khanduri Ramadhan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an yang berlangsung khidmat di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Acara tersebut menjadi momentum untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, para tokoh agama, pejabat dari berbagai instansi, serta masyarakat yang memadati area masjid.
Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah dan masyarakat dalam satu kegiatan tersebut semakin memperkuat suasana kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Tradisi Khanduri Ramadhan yang berpadu dengan nilai religiusitas dan kearifan lokal Aceh ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan tetap terjaga di tengah masyarakat.
Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin solid, kompak, serta saling mendukung dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif selama bulan Ramadhan hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya dapat berjalan dengan aman dan lancar.(**)
Editor: Dahlan













