Home / Ekonomi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Karya Kreatif Indonesia 2026 Angkat Kekayaan Budaya Aceh  melalui Tema “Beudaya Meusare Sare”

REDAKSI

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh meninjau produk UMKM unggulan Aceh yang akan tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh meninjau produk UMKM unggulan Aceh yang akan tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).

Banda Aceh, 18 Agustus 2026 — Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Hall A-B, pada 20–23 Agustus 2026. Mengusung semangat penguatan ekonomi kreatif berbasis kekayaan daerah dengan menghadirkan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Indonesia, KKI 2026 merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat pengembangan dan perluasan pasar produk UMKM.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Aceh mendapat ruang khusus untuk memperkenalkan kekayaan ekonomi kreatif dan budaya daerah melalui tema “Beudaya Meusare Sare”, Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit Tangguh dan Berdaya Saing. Tema tersebut merepresentasikan semangat kolaborasi masyarakat Aceh dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah dengan tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal melalui pendekatan digital dan inovatif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan bahwa keikutsertaan Aceh dalam KKI 2026 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan visibility, daya saing, dan perluasan akses pasar UMKM Aceh, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga menuju pasar global. “KKI bukan sekadar ajang pameran produk UMKM, tetapi merupakan momentum untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas. Dengan mengangkat tema Aceh, kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Baca Juga :  BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kualitas produk, desain, kemasan, standardisasi, digitalisasi, serta perluasan jejaring pemasaran. Dengan demikian, kekayaan budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Pada KKI 2026, 47 UMKM Provinsi Aceh berhasil lolos kurasi dan ikut serta untuk merepresentasikan beragam subsektor ekonomi kreatif, antara lain wastra, fesyen, kriya, makanan dan minuman, serta produk kreatif berbasis kekayaan lokal Aceh. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari strategi promosi UMKM unggulan Aceh agar mampu menjangkau konsumen serta mitra potensial dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Bank Aceh Buka Rekrutmen ODP untuk Tiga Posisi Strategis Hingga 23 Agustus 2026

Selain menampilkan produk UMKM, Aceh juga menghadirkan showcase kebudayaan Aceh yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih utuh mengenai kekayaan daerah. Showcase tersebut mengangkat berbagai produk kreatif khas Aceh, kesenian tradisional, serta wastra sebagai representasi identitas dan perjalanan budaya Aceh.

Wastra Aceh menjadi salah satu elemen penting dalam showcase, dengan menampilkan kekayaan motif, teknik, material, dan cerita yang melekat pada produk-produk tekstil tradisional maupun pengembangannya dalam desain kontemporer. Produk wastra kemudian dipadukan dengan karya fesyen dan kriya sehingga menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat terus bertransformasi mengikuti kebutuhan dan selera pasar modern.

Baca Juga :  Salurkan 2.300 Paket Daging Kurban, Rektur UIN Ar-Raniry: Apresiasi Bantuan Emirates Red Crescent

Nuansa kebudayaan juga diperkuat melalui kesenian Aceh yang menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Kehadiran seni pertunjukan, elemen visual, serta berbagai artefak dan produk kreatif khas Aceh diharapkan dapat membangun narasi bahwa produk UMKM Aceh tidak hanya memiliki nilai komersial, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan nilai budaya.

Keikutsertaan Aceh dalam KKI 2026 diharapkan dapat menjadi katalis bagi peningkatan kapasitas dan perluasan pasar UMKM, sekaligus memperkuat positioning Aceh sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya dan kreativitas yang potensial untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

Melalui semangat “Beudaya Meusare Sare”, Bank Indonesia Provinsi Aceh terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana di Aceh Tertunda Administrasi, Satgas PPA Diminta Bersabar

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah RI

Ekonomi

Sekda Aceh: Ekonomi Mulai Menguat, Momentum Pemulihan Harus Dijaga

Ekonomi

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Manfaatkan Janeng untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Ekonomi

Emas Hitam dari Desa Sojomerto: Babak Baru Kemandirian Energi Berbasis Rakyat

Ekonomi

Kinerja Pembiayaan BSI Solid, Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan

Ekonomi

Dana Pemerintah Mengendap Rp234 Triliun, Mintarsih: Kejiwaan Masyarakat Pasti Terdampak

Ekonomi

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun