Mekkah – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memanjatkan doa khusus untuk bangsa dan negara saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.
Megawati menjalankan ibadah umrah bersama keluarga di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Sabtu (14/2/2026). Momentum spiritual tersebut dimanfaatkan untuk bermunajat agar Indonesia tetap rukun, damai, dan terhindar dari perpecahan di tengah dinamika global dan tantangan kebangsaan.
Dalam setiap putaran tawaf mengelilingi Ka’bah, Megawati tak hanya melafalkan bacaan-bacaan lazim, tetapi juga menyampaikan doa-doa khusus untuk tanah air. Doa itu dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon agar Indonesia senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dalam keberagaman.
Rangkaian ibadah umrah Megawati dipimpin oleh Ustaz Muhammad Hafidz Makmun. Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Agama (nonaktif), Zuhairi Misrawi, memimpin doa bersama rombongan.
Zuhairi, yang akrab disapa Gus Mis, memohon kepada Allah SWT agar jalan demokrasi yang dipilih Indonesia senantiasa diridai dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Ia juga berdoa agar bangsa Indonesia dikaruniai kebijaksanaan, kemuliaan, serta kemampuan untuk mengelola kekayaan sumber daya alam demi kemakmuran bersama.
“Sejahterakanlah rakyat kami, bahagiakan kami, satukan terus kami di bawah Pancasila, yang di bawahnya kami bertekad untuk terus bersatu meski kami berbeda-beda,” ucap Gus Mis dalam doa yang diaminkan Megawati dan keluarga.
Doa tersebut menegaskan harapan agar Pancasila tetap menjadi perekat utama bangsa. Di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan pilihan politik, persatuan dinilai sebagai fondasi yang tidak boleh goyah.
Selain memohon kesejahteraan, rombongan juga memanjatkan doa agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan adu domba. Gus Mis bermunajat agar semangat persaudaraan terus terjaga dan bangsa Indonesia selalu menemukan jalan damai, terlebih ketika banyak negara di dunia tengah dilanda konflik.
“Pertahankan kesatuan negeri kami, terus persatukan kami dalam persaudaraan, jauhkan kami dari perpecahan dan adu domba,” demikian penggalan doa yang dipanjatkan.
Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan agar Indonesia dianugerahi rezeki yang melimpah serta keberkahan dari langit. Harapan agar negeri ini semakin subur, makmur, dan rakyatnya hidup dalam kebahagiaan menjadi bagian penting dari munajat tersebut.
Dalam pelaksanaan ibadahnya, Megawati yang hadir sebagai tamu Kerajaan Arab Saudi menjalani tawaf dan sa’i di lantai dua Masjidil Haram. Pengaturan tersebut merupakan permintaan langsung dari pihak kerajaan demi kenyamanan dan kekhusyukan, mengingat kepadatan jemaah yang meningkat menjelang Ramadhan.
Suasana Masjidil Haram yang dipenuhi umat Muslim dari berbagai penjuru dunia menjadi latar penuh makna bagi doa-doa yang dipanjatkan. Di tengah lautan manusia yang bersatu dalam ibadah, terselip harapan agar Indonesia senantiasa kokoh dalam persatuan dan mampu menghadapi setiap tantangan zaman dengan kebijaksanaan.
Momentum umrah ini pun menjadi simbol refleksi spiritual sekaligus pengingat bahwa persatuan, kesejahteraan, dan kedamaian adalah cita-cita bersama yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.(**)
Editor: Redaksi









