MASSACHUSETTS – Momen penuh emosional dan kental akan nuansa spiritual terjadi di salah satu institusi pendidikan paling elite di dunia, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Di tengah perayaan kelulusan, seorang mahasiswi bernama Suheila Mukhtar tampil di podium kehormatan kampus untuk mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam bahasa Arab.
Suheila dipercaya menjadi pembaca Al-Qur’an dalam sesi lintas agama pada acara Baccalaureate Harvard University 2026. Mengenakan blazer hitam dan hijab krem, ia melantunkan ayat suci di hadapan para lulusan dan tamu undangan yang memadati seremoni tersebut.
Kehadiran lantunan ayat Al-Qur’an di universitas paling bergengsi ini menghadirkan suasana berbeda yang mengharukan, sekaligus menunjukkan bagaimana nilai spiritual dan intelektual dapat berjalan berdampingan di lingkungan pendidikan global.
Makna Surah yang Dibacakan: Perintah Membaca dan Cahaya
Dalam kesempatan tersebut, Suheila melantunkan dua surah yang sarat akan makna mendalam bagi dunia akademik:
Surah Al-Alaq (Ayat 1-14): Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Surah ini diawali dengan perintah “Iqra” atau “bacalah”, yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan pencarian kebenaran.
Surah An-Nur (Ayat 35): Surah yang dikenal luas sebagai Ayat Cahaya.
Peristiwa ini langsung menuai banyak apresiasi di media sosial. Warganet menilai momen tersebut mencerminkan penghormatan yang tinggi terhadap keberagaman budaya dan keyakinan di lingkungan akademik internasional.
Profil Suheila Mukhtar: Mahasiswi Berprestasi dan Aktif Riset
Suheila merupakan mahasiswi Harvard University angkatan 2022–2026 yang baru saja menyelesaikan studinya. Berdasarkan informasi dari laman LinkedIn miliknya, ia dikenal sangat aktif mendalami isu kesehatan masyarakat, pendidikan, kebijakan publik, dan penelitian akademik.
Rekam Jejak & Prestasi Suheila Mukhtar:
Organisasi Kampus: Bergabung dalam Harvard Muslim Women’s Medical Alliance, Harvard Undergraduate Health Policy Review, serta STRIVE Boston.
Aktivitas Sosial: Sejak tahun 2024, aktif menjadi relawan rumah sakit sekaligus “patient navigator” di Mount Auburn Hospital.
Penghargaan Akademik: Berhasil menerima penghargaan bergengsi John Harvard Scholar dan PRISE Fellow pada tahun 2024.
Karya Ilmiah: Memiliki pengalaman dalam publikasi ilmiah yang membahas konflik kepentingan pada jurnal bedah, serta menulis penelitian mengenai digitalisasi masyarakat desa dan pemberdayaan perempuan.
Keberhasilan Suheila tidak hanya menginspirasi lewat pencapaian akademiknya yang gemilang, tetapi juga melalui keberaniannya membawa nilai-nilai spiritual ke panggung dunia.(**)
Editor: Redaksi









