Mekkah – Momen Nuzulul Quran menjadi salah satu malam yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Masjidil Haram, Masjidil Haram. Pada malam penuh berkah tersebut, jutaan jemaah dari berbagai negara memadati area Mataf, yakni tempat tawaf yang mengelilingi Ka’bah, untuk memperbanyak ibadah.
Suasana di Masjidil Haram tampak begitu khusyuk dan penuh kehangatan spiritual. Para jemaah terlihat melakukan berbagai ibadah seperti tawaf, salat sunnah, iktikaf, hingga membaca Alquran sepanjang malam. Momen ini menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama pada bulan suci Ramadan.
Kepadatan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia kini dapat tertampung lebih baik setelah adanya renovasi besar pada area Mataf beberapa tahun lalu. Proyek renovasi tersebut dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Indonesia, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, pada tahun 2013.
Renovasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas area tawaf di sekitar Ka’bah. Jika sebelumnya Mataf hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jemaah, setelah dilakukan pengembangan kapasitasnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 105 ribu jemaah.
Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ermy Puspa Yunita, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam.
Menurutnya, peningkatan kapasitas Mataf tersebut sangat membantu memberikan kenyamanan bagi jemaah yang melaksanakan ibadah, terutama pada malam-malam penting di bulan Ramadan seperti malam Nuzulul Quran.
“Kami merasa terhormat dapat mendukung umat Islam dari berbagai negara untuk beribadah dengan lebih nyaman di Masjidil Haram. Apalagi pada momen istimewa seperti malam Nuzulul Quran yang selalu dipadati jutaan jemaah,” ujarnya.
Proyek renovasi Mataf sendiri memiliki nilai kontrak sekitar 59 juta riyal Saudi. Proyek ini menjadi salah satu bukti kemampuan perusahaan konstruksi Indonesia dalam mengerjakan proyek berskala internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Selain proyek di Masjidil Haram, Waskita Karya juga pernah dipercaya mengerjakan sejumlah proyek penting lainnya di Arab Saudi. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengerjakan pembangunan King Saud Fitness College, sementara pada tahun 2009 membangun King Saud University of Riyadh Techno Valley serta Building Administration College di Kota Riyadh.
Total nilai kontrak dari proyek-proyek tersebut masing-masing mencapai 16 juta riyal Saudi dan 50 juta riyal Saudi. Kepercayaan tersebut menunjukkan reputasi Waskita Karya sebagai perusahaan konstruksi yang memiliki pengalaman dan kapasitas dalam menangani proyek internasional.
Ke depan, Waskita Karya berharap dapat terus memperluas kiprahnya di berbagai negara dengan mengerjakan proyek-proyek infrastruktur strategis. Perusahaan ini menargetkan dapat memperkuat posisinya sebagai kontraktor global yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan pengalaman yang dimiliki, Waskita optimistis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sekaligus membawa nama Indonesia di kancah dunia.(**)
Editor: Dahlan













