NAGOYA — Sprinter para atletik Indonesia, Saptoyogo Purnomo, menargetkan catatan waktu terbaik (best time) 11,10 detik pada nomor 100 meter T37. Target ini diusungnya dalam misi mempertahankan raihan tiga medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
“Untuk target best time, semoga bisa pecah rekor. Semoga sekarang 11,10 detik,” kata Saptoyogo di Aichi, Jepang, Kamis (15/10/2026).
Saptoyogo mengungkapkan bahwa sasaran utamanya di Aichi-Nagoya adalah mengulang sukses edisi Hangzhou 2022. Kala itu, ia sukses mendominasi dengan meraup tiga medali emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter T37, serta menyumbang medali perak pada nomor estafet universal 4×100 meter.
“Untuk target, semoga seperti di Hangzhou mendapatkan tiga medali emas. Semoga kali ini mendapatkan tiga medali emas lagi karena ini mempertahankan gelar juga,” ujar atlet berusia 28 tahun tersebut yang dijadwalkan tampil di empat nomor pertandingan.
Rekam Jejak Prestasi Hangzhou
Pada Asian Para Games Hangzhou lalu, Saptoyogo menjuarai nomor 100 meter T37 dengan catatan waktu 11,35 detik. Hasil tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games sebelumnya (11,49 detik) yang juga diukir atas namanya sendiri.
Selain itu, ia mengamankan emas di nomor 200 meter T37 dengan waktu 23,34 detik serta nomor 400 meter T37 dengan torehan 54,80 detik.
Persaingan Makin Ketat dan Modal Pengalaman
Kendati datang sebagai juara bertahan, Saptoyogo menyadari tantangan di Aichi-Nagoya bakal semakin berat seiring meningkatnya performa para pesaing.
“Beban pasti ada karena cukup berat, terutama dari lawan. Ada yang baru, ada yang catatannya lebih bagus lagi,” tutur Saptoyogo.
Salah satu rival utama yang diwaspadainya adalah sprinter asal Arab Saudi, Ali Yousef S Alnakhli. Keduanya kerap berhadapan di lintasan, termasuk pada final 100 meter T37 Asian Para Games Hangzhou ketika Alnakhli meraih perak dengan waktu 12,11 detik.
Guna menghadapi ketatnya kompetisi, Saptoyogo fokus mematangkan mental bertanding serta mempertajam catatan waktunya. Pengalaman berpartisipasi dalam dua edisi Asian Para Games sebelumnya menjadi modal berharga untuk mengatasi tekanan sebagai juara bertahan.
“Persiapannya sama seperti tahun-tahun kemarin. Kemungkinan tinggal melatih mental, terus juga catatan waktu. Saya sangat yakin untuk mendapatkan itu juga,” tegasnya.
Batu Pijakan Menuju Paralimpiade LA 2028
Ajang Asian Para Games 2026 juga diposisikan Saptoyogo sebagai bagian dari peta jalurnya menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Setelah sukses menyabet tiga emas di Hangzhou dan mempersembahkan medali perak nomor 100 meter T37 pada Paralimpiade Paris 2024, ia bertekad menjaga konsistensi performanya.
“Kalau sudah berhasil, paling mempersiapkan menuju LA. Tahun 2028 ke LA untuk Paralimpiade. Jadi ini harus mendapatkan medali emas karena ini juga sebagai poin penting menuju LA,” pungkas Saptoyogo.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









