Home / Polri

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WIB

Tokoh Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil : Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh

REDAKSI

Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, saat memberikan pernyataan terkait pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19–22 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh.

Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau yang akrab disapa Om Sur, saat memberikan pernyataan terkait pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19–22 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh.

Banda Aceh – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur, mengajak masyarakat menyukseskan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19–22 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh. Festival dalam rangka HUT Bhayangkara itu menghadirkan kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat, hiburan musik, serta berbagai perlombaan sebagai sarana mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.

“Mari bersama-sama memeriahkan Bhayangkara Fest 2026 sebagai ajang kebersamaan, hiburan, edukasi, dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” kata Om Sur.

Terkait polemik yang muncul menjelang pelaksanaan acara, Om Sur menilai keberatan terhadap kegiatan tersebut semestinya disampaikan sejak tahap perencanaan, bukan ketika acara telah mendekati pelaksanaan.

“Jika memang ada keberatan, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan ketika acara sudah siap dilaksanakan baru muncul penolakan. Ini penting agar diskusi bisa berjalan lebih sehat dan konstruktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center, Perkuat Sistem Meritokrasi 2026

Ia menilai Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tentu memahami aturan serta nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, sehingga tidak mungkin mengabaikan aspek tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Polisi tentu paham aturan di Aceh. Saya yakin Polri, khususnya Polda Aceh, tetap menjunjung tinggi syariat Islam dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.

Menurut Om Sur, komitmen tersebut juga tercermin dari upaya panitia menjaga pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 agar tetap sesuai norma yang berlaku, termasuk dengan melakukan pemisahan area antara laki-laki dan perempuan guna menjaga ketertiban serta nilai-nilai syariat.

Selain sebagai sarana hiburan, ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Kapolres Pidie Jaya Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor

“Acara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ada dampak ekonomi yang nyata. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Om Sur menambahkan, penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026 di lingkungan Polda Aceh juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

“Kita melihat Polda Aceh hadir sebagai institusi yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan tidak selalu dipandang dengan rasa takut. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Polda Aceh,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penolakan yang menurutnya terkesan selektif terhadap kegiatan tertentu.

“Kenapa harus pilih-pilih? Jika yang dipersoalkan adalah potensi pelanggaran syariat, maka semua bentuk kegiatan publik semestinya dinilai dengan standar yang sama,” katanya.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Hadiri Peresmian Mock-Up Garuda dan Gedung A2 Asrama Haji

Lebih lanjut, Om Sur mengingatkan bahwa rangkaian Bhayangkara Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga kegiatan bernuansa religius, termasuk ceramah agama yang menghadirkan Ustaz Adi Hidayat.

“Di dalam rangkaian acara juga ada ceramah agama. Ini menunjukkan kegiatan tersebut tidak semata soal hiburan, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dakwah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Om Sur menegaskan bahwa Polri sangat menghormati ulama Aceh dan berharap perbedaan pandangan terkait polemik tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang sehat.

“Saya percaya Polri sangat menghormati ulama Aceh. Karena itu, mari selesaikan perbedaan pandangan ini melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Polri

Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Sidak Pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar

Polri

Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

Daerah

Kapolda Aceh Terobos Jalanan Berlumpur untuk Tiba di Tamiang, Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

Polri

Kapolda Aceh Hadiri Rapim Polri 2026, Tekankan Peran Polri Jaga Stabilitas dan Dukung Program Pemerintah

Polri

Wakili Kapolda, Dua PJU Polda Aceh Hadiri Pelantikan Rektor USK

Polri

Kapolda Aceh Resmi Tutup Festival Band Hari Bhayangkara ke-79

Polri

Kapolda Aceh Lepas 855 Personel BKO untuk Penanggulangan Banjir dan Longsor

Polri

Senyum Bahagia Rosmaini di Hari Bhayangkara: Dapat Rumah Impian dari Kapolres Aceh Tengah