Washington DC – Presiden Donald J. Trump menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim di seluruh dunia dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Pesan tersebut dirilis secara resmi oleh White House pada 17 Februari 2026 melalui laman bertajuk Presidential Message on Ramadan.
Dalam pernyataannya, Presiden Amerika Serikat itu menyampaikan salam hangat serta doa terbaik bagi seluruh Muslim yang menjalankan ibadah di bulan suci. Ia menekankan bahwa Ramadan merupakan waktu yang penuh makna, tidak hanya sebagai momentum berpuasa, tetapi juga sebagai periode refleksi spiritual, peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ramadan adalah saat untuk berpuasa, berdoa, dan melakukan refleksi spiritual yang mendalam. Ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat ikatan keluarga dan komunitas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pernyataan resmi tersebut.
Trump menyoroti bahwa praktik ibadah selama Ramadan—mulai dari menahan diri, memperbanyak doa, hingga berbagi dengan mereka yang membutuhkan—mencerminkan nilai universal seperti empati, solidaritas sosial, dan semangat persatuan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang dihormati secara global.
Ia juga menyampaikan harapan agar bulan suci ini membawa kedamaian dan keberkahan bagi masyarakat dunia. “Semoga Ramadan membawa kebahagiaan di setiap rumah, memperkuat persatuan dalam komunitas, menghadirkan perdamaian di seluruh dunia, dan melimpahkan berkah untuk tahun yang akan datang,” demikian pesan penutupnya.
Ucapan Ramadan dari Presiden Amerika Serikat merupakan tradisi tahunan yang lazim dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman agama dan budaya. Tradisi ini sekaligus mencerminkan komitmen terhadap kebebasan beragama yang menjadi bagian dari nilai dasar negara tersebut.
Bagi jutaan Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, pesan resmi dari kepala negara adidaya tersebut menjadi simbol pengakuan dan penghormatan terhadap arti penting Ramadan sebagai bulan suci yang sarat makna spiritual dan sosial.(**)
Editor: Dahlan









