Home / Ekonomi

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:34 WIB

16 Juta Anggota Muhammadiyah Kini Bisa Bayar Iuran Lewat BYOND by BSI

Redaksi

Bank Syariah Indonesia menghadirkan fitur pembayaran iuran anggota Muhammadiyah melalui superapps BYOND by BSI, mempermudah akses layanan digital bagi 16 juta warga Muhammadiyah.(28/01/2026).

Bank Syariah Indonesia menghadirkan fitur pembayaran iuran anggota Muhammadiyah melalui superapps BYOND by BSI, mempermudah akses layanan digital bagi 16 juta warga Muhammadiyah.(28/01/2026).

Jakarta — Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat transformasi layanan digital dengan menghadirkan kemudahan pembayaran iuran anggota Muhammadiyah melalui superapps BYOND by BSI. Inovasi ini memungkinkan sekitar 16 juta anggota Muhammadiyah untuk membayar iuran secara praktis dan terintegrasi dalam satu platform digital, (28/01/2026).

Fitur pembayaran iuran tersebut dapat diakses dengan mudah melalui menu Bayar – Iuran Muhammadiyah di aplikasi BYOND by BSI. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BSI dan Muhammadiyah, yang juga melibatkan berbagai platform digital Persyarikatan seperti MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) serta SatuMu, sistem digital terpadu berbasis satu data Muhammadiyah.

Baca Juga :  Kadis SI Aceh Besar Hadiri Penyerahan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu dari Kodam IM

Penguatan Ekosistem Digital Muhammadiyah

Saat ini, MASA masih dalam tahap pengembangan dan dirancang menjadi payung utama yang akan mengintegrasikan seluruh platform digital Muhammadiyah, termasuk SatuMu. Platform ini mendukung tata kelola organisasi dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan, organisasi, iuran, hingga layanan amal usaha.

SatuMu sendiri memiliki enam fitur utama. Dua di antaranya telah aktif, yaitu:

Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) yang sudah merekam lebih dari 3 juta anggota

Baca Juga :  Perekonomian Meningkat, Aktivitas Pasar Ketapang di Aceh Besar Semakin Ramai

Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi dari tingkat Pimpinan Pusat hingga ranting

Sementara empat fitur lainnya masih dalam tahap pengembangan, meliputi:

IuranMU

JDIH (Jaringan Informasi dan Dokumentasi Hukum)

Sistem Manajemen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)

Sistem Manajemen Kesehatan (PKU)

Sinergi BSI dan Muhammadiyah

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi besar antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan terbesar di Indonesia dengan BSI sebagai bank syariah nasional.

“Melalui integrasi aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara mudah, aman, dan terintegrasi secara digital,” ujar Kemas.

Baca Juga :  DAHSYAT! Daun Biasa Pulau Weh Disulap Jadi 'Emas Hijau' Bernilai Jutaan: Kebangkitan Ekonomi Perempuan Sabang di Tengah Pandemi

Selain itu, BSI juga menyediakan dukungan fasilitas transaksi lainnya seperti QRIS Soundbox untuk mempermudah pembayaran di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kemas menegaskan, penguatan kapasitas digital menjadi bagian dari komitmen BSI untuk menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses masyarakat.

“Transformasi digital ini akan menciptakan ekosistem baru yang mendorong pertumbuhan transaksi digital syariah di Indonesia,” pungkasnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Ekonomi

BI, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Sarpras Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Ekonomi

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana di Aceh Tertunda Administrasi, Satgas PPA Diminta Bersabar

Ekonomi

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Manfaatkan Janeng untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah RI

Ekonomi

Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun

Ekonomi

Solusi Bangun Andalas Santuni 200 Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung

Daerah

DAHSYAT! Daun Biasa Pulau Weh Disulap Jadi ‘Emas Hijau’ Bernilai Jutaan: Kebangkitan Ekonomi Perempuan Sabang di Tengah Pandemi