Home / Ekonomi

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:03 WIB

Kinerja BSI Tumbuh Solid Awal 2026, Dukung UMKM hingga Program Pemerintah

Redaksi

Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan pertumbuhan positif pada awal 2026, didukung ekspansi bisnis emas, digitalisasi layanan, serta pembiayaan UMKM dan program strategis pemerintah.(26/3/2026)

Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan pertumbuhan positif pada awal 2026, didukung ekspansi bisnis emas, digitalisasi layanan, serta pembiayaan UMKM dan program strategis pemerintah.(26/3/2026)

Jakarta, 26 Maret 2026 — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat kinerja yang solid pada awal tahun 2026. Strategi perseroan dalam mengakselerasi digitalisasi, memperluas bisnis emas, serta memperkuat segmen konsumer dan UMKM terbukti mampu menjaga tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen mendukung program pemerintah, BSI terus mendorong pembiayaan pada sektor produktif, khususnya segmen ritel dan UMKM. Dukungan ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan mikro, SME, hingga KUR Syariah, termasuk pembiayaan dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan SPPG.

Kinerja keuangan BSI (unaudited) per Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pembiayaan tercatat mencapai Rp323 triliun atau tumbuh 14,32 persen secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didominasi oleh segmen konsumer, khususnya bisnis emas, serta didukung pembiayaan ritel dan UMKM yang mencapai Rp52,43 triliun atau tumbuh 6,10 persen (YoY).

Baca Juga :  Verifikasi Langsung Penerima Bantuan RLH di Simeulue, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Semangat

BSI juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai program, mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.
Salah satu keunggulan BSI yang turut menopang pertumbuhan adalah bisnis bullion bank. Sejak memperoleh izin, bisnis emas BSI berkembang pesat dan menjadi motor utama kinerja perusahaan. Hingga saat ini, kelolaan emas BSI mencapai sekitar 22,5 ton, dengan jumlah nasabah yang terus meningkat hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.

Dari sisi profitabilitas, BSI membukukan laba sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sekitar 17 persen (YoY). Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat signifikan menjadi Rp1,47 triliun atau tumbuh 30 persen (YoY).

Pertumbuhan fee based income didorong oleh layanan bank emas yang melonjak hingga 136,55 persen menjadi Rp463 miliar. Selain itu, kontribusi juga datang dari bisnis treasury dan layanan digital (e-channel), yang mencerminkan keberhasilan strategi digitalisasi BSI. Hingga Februari 2026, pengguna superapps BYOND by BSI telah mencapai 6,3 juta dengan total transaksi sebesar 125,4 juta.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok Rp100 Ribu, Buyback Turun Tajam Ikuti Kejatuhan Emas Dunia

Dari sisi intermediasi, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen (YoY) menjadi Rp366 triliun, didorong peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen menjadi Rp154 triliun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Likuiditas perusahaan juga tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20 persen. Selain itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan meningkat, tercermin dari fee based ratio yang mencapai 24,59 persen.

Kinerja ini menegaskan keberhasilan strategi BSI dalam menjaga keseimbangan sumber pendapatan antara margin dan fee based income, sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika industri keuangan.

Ke depan, BSI optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, didukung oleh penguatan ekosistem syariah, transformasi digital, serta pengembangan bisnis emas sebagai salah satu pilar utama.

Baca Juga :  Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun

Dukung Program Pemerintah
Selain memperkuat bisnis inti, BSI juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah. Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), BSI telah menyediakan 1.520 virtual account bagi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) serta menyalurkan pembiayaan pembangunan dapur SPPG sebesar Rp194,50 miliar untuk 145 dapur.

BSI juga mendukung pengembangan koperasi melalui program pembentukan sekitar 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga Februari 2026, penyaluran pembiayaan KUR oleh BSI telah mencapai Rp1,65 triliun.

Di sektor perumahan, BSI turut berkontribusi dalam Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp94,82 miliar untuk 582 unit rumah. Selain itu, penyaluran KPR (KPP) juga mencapai Rp259 miliar hingga Februari 2026.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

DAHSYAT! Daun Biasa Pulau Weh Disulap Jadi ‘Emas Hijau’ Bernilai Jutaan: Kebangkitan Ekonomi Perempuan Sabang di Tengah Pandemi

Ekonomi

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Ekonomi

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok Rp100 Ribu, Buyback Turun Tajam Ikuti Kejatuhan Emas Dunia

Ekonomi

Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Ekonomi

16 Juta Anggota Muhammadiyah Kini Bisa Bayar Iuran Lewat BYOND by BSI

Daerah

Harga Beras di Aceh Besar Turun

Ekonomi

BSI Perkuat Pemulihan Pascabencana Lewat Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan NTB