Home / Polri

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:41 WIB

249 Mahasiswa STIK Tuntaskan Pengabdian Pascabencana di Aceh

Redaksi

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS usai menuntaskan program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Minggu (1/3/2026).

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS usai menuntaskan program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Minggu (1/3/2026).

Banda Aceh – Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dari Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS resmi mengakhiri program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Apel pelepasan dipimpin langsung Wakapolda Aceh, Ari Wahyu Widodo, di Meuligoe Polda Aceh, Kota Banda Aceh, Minggu (1/3/2026).

Apel pelepasan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat utama Polda Aceh, para Perwira Pendamping (Paping), serta seluruh mahasiswa peserta Dianmas yang selama hampir tiga pekan telah menjalankan tugas kemanusiaan di 12 kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Wakapolda membacakan amanat Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, yang menegaskan bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter calon perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pengabdian Nyata di Tengah Masyarakat Pascabencana

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa sejak 9 Februari 2026 para mahasiswa STIK telah diterjunkan langsung ke berbagai daerah terdampak bencana untuk membantu masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, tetapi juga sebagai bentuk nyata peran Polri dalam misi kemanusiaan.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Aceh Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-75

Para mahasiswa dilatih menghadapi situasi riil di lapangan, mulai dari berinteraksi dengan masyarakat terdampak hingga membantu percepatan pemulihan kondisi sosial.

Selama pelaksanaan Dianmas, mahasiswa STIK terlibat dalam berbagai kegiatan, antara lain:

Penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak bencana

Pembersihan fasilitas umum dan rumah ibadah

Pelayanan kesehatan bersama tenaga medis setempat

Kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan keluarga korban

Edukasi kamtibmas serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya

Kegiatan tersebut dinilai mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis.

Kapolda Aceh dalam amanatnya menekankan bahwa masyarakat pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran aparat negara yang mampu memberikan rasa aman dan harapan.

Baca Juga :  Kapolres Lhokseumawe Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Bailey di Sawang

“Mahasiswa STIK hadir sebagai wajah Polri yang humanis, solutif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan.

Laboratorium Kepemimpinan Calon Perwira Polri

Program Dianmas disebut sebagai laboratorium kepemimpinan lapangan bagi para mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori kepolisian, tetapi juga langsung menghadapi dinamika sosial yang kompleks.

Para peserta dilatih untuk:

Mengasah empati dalam pelayanan masyarakat

Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial

Menguatkan kepemimpinan situasional di lapangan

Menumbuhkan integritas dan profesionalisme sejak masa pendidikan

Kapolda Aceh juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks, sehingga pengalaman di Aceh diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter perwira yang tangguh dan humanis.

Apresiasi atas Dedikasi dan Pengabdian

Baca Juga :  AKP Donna Briadi Resmi Jabat Kasatreskrim Polresta Banda Aceh 

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa pada Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh tanggal 24 Februari 2026, pimpinan Polda Aceh telah memberikan penghargaan kepada para Paping dan perwakilan mahasiswa STIK sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Penghargaan itu menjadi simbol bahwa kerja keras, disiplin, dan pengabdian yang dilakukan para mahasiswa mendapat perhatian institusi.

Menutup amanatnya, Kapolda Aceh menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS atas kontribusi nyata dalam membantu masyarakat Aceh.

Ia berharap semangat pengabdian tersebut terus terjaga hingga para peserta resmi dilantik menjadi perwira Polri dan bertugas di berbagai daerah di Indonesia.

Program Dianmas ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan kepolisian tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter pelayanan kepada masyarakat sebagai inti dari tugas kepolisian modern.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Polri

Irwasda Polda Aceh Hadiri Peresmian SPPG dan Gudang Pangan Polri oleh Presiden

Polri

Ipda H. Khafrawi Ingatkan Masyarakat tentang Bahaya Laten Terorisme

Polri

Latihan Rutin Saka Bhayangkara, Polres Lhokseumawe Bekali Anggota Penanganan Awal TKP

Polri

Polda Aceh dan Jajaran Saksikan Secara Virtual Pergelaran Wayang Kulit Lakon Amartha Binangun

Daerah

Polisi Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Polri

212 Huntara di Meureudu Diresmikan, Polres Pidie Jaya Kawal Pemulihan Pascabencana

Polri

Hari Jumat, Polwan Polres Aceh Tamiang Ambil Alih Penjagaan Mako

Aceh

Kapolda Aceh: Kehadiran Polri di Tengah Bencana Adalah Simbol Kehadiran Negara