Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., didampingi Kabekangdam IM, Aster Kasdam IM, serta Dandim 0101/KBA, menghadiri kegiatan Video Conference (Vicon) sekaligus pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Acara ini berlangsung di halaman Masjid Al-A’la, Gampong Cot Masjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/8/25).
Kegiatan tersebut digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini merupakan implementasi nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah melalui program Serap Gabah (Sergab) dan SPHP dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya beras, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Di wilayah Kodam Iskandar Muda (Provinsi Aceh), kegiatan ini melibatkan sedikitnya 29 satuan TNI, yang terdiri dari 19 Kodim, 3 Satuan Tempur (Satpur), 2 Satuan Bantuan Tempur (Banpur), serta 5 Badan Pelaksana dan Bantuan Administrasi (Balak/Banmin). Dari 108 titik penyaluran, total beras yang digelontorkan mencapai 313,5 ton. Jumlah ini diharapkan mampu memberi dampak positif dalam menjamin ketersediaan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Usai mengikuti vicon, Pangdam IM bersama Kapolda Aceh, pejabat utama (PJU) Kodam IM, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IM juga menyerahkan paket beras dan sembako pangan murah secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat.
Menanggapi hal ini, Pangdam Iskandar Muda menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Hal ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas nasional, karena pangan merupakan salah satu faktor penting penopang ketahanan bangsa,” ujar Pangdam IM.
Beliau menambahkan bahwa program GPM SPHP ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung petani dalam mendistribusikan hasil panennya secara lebih baik. “Dengan adanya program Sergab dan SPHP, petani mendapat kepastian penyerapan hasil produksi, sementara masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga stabil. Inilah wujud kehadiran negara dalam mengayomi rakyatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Niko Fahrizal menuturkan bahwa TNI AD, khususnya Kodam Iskandar Muda, akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat. “Kami akan senantiasa mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Ini menjadi bagian dari tugas TNI selain menjaga pertahanan, yaitu ikut serta dalam membantu kesejahteraan masyarakat,” jelas Pangdam.
Pangdam Iskandar Muda juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat sendiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.
Mayjen TNI Niko Fahrizal menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah masyarakat Aceh dapat semakin terjamin. Semoga apa yang dilakukan hari ini memberi manfaat nyata bagi rakyat, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Pangdam IM.
Editor: Redaksi