Home / Politik

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:14 WIB

Haji Uma: Prioritas Utama Bantuan, Bukan Penindakan Bendera

REDAKSI

Haji Uma Minta Aparat Keamanan Tak Represif, Fokus Bantuan Korban Banjir Aceh, Jum'at 26/12/2025 (Foto:Dok.Ist)

Haji Uma Minta Aparat Keamanan Tak Represif, Fokus Bantuan Korban Banjir Aceh, Jum'at 26/12/2025 (Foto:Dok.Ist)

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Aceh, H Sudirman atau Haji Uma, meminta aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, untuk tidak bersikap represif dalam menyikapi pengibaran bendera Bulan Bintang yang terjadi pada momentum aksi solidaritas kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh.

Haji Uma menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Menurutnya, pendekatan represif justru berpotensi memperkeruh suasana di tengah kondisi warga yang sedang dilanda musibah.

“Kita berharap aparat keamanan dapat melihat konteks ini secara lebih luas. Ini adalah aksi kemanusiaan dan pengibaran bendera itu hanya artikulasi kekecewaan masyarakat, jangan di asosiasikan sebagai bentuk perlawanan dan semacamnya,” tegasnya kepada Serambinews.com, Jumat (26/12/2025).

Baca Juga :  DPRA Tetapkan Draf Rancangan Perubahan UUPA, Ada 9 Pasal Penting 

Haji Uma menilai, tindakan represif aparat tidak hanya melukai perasaan masyarakat yang tengah berduka, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap upaya penanganan bencana yang sedang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.

Ditambahkannya, jangan sampai pendekatan keamanan yang terlalu kaku dan represif justru akan melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir di Aceh.

Baca Juga :  Komisi III DPRA Desak PT ALIS Lengkapi Perizinan dan Kebun Plasma

 Karena itu, Haji Uma meminta agar aparat keamanan, terutama TNI agar lebih mengedepankan upaya persuasif atas aksi masyarakat sipil terkait bendera Bulan Bintang.

Lebih lanjut ia juga menekankan, upaya bagi kemanusiaan menjadi prioritas utama dan fokus semua pihak seharusnya tertuju pada distribusi bantuan dan pemulihan kondisi warga yang masih terisolasi atau kehilangan tempat tinggal di wilayah yang terdampak.

“Kita meminta agar pendekatan persuasif, dialogis dan edukatif lebih dikedepankan terhadap adanya simbol-simbol sensitif tanpa perlu tindakan represif berlebihan,”

“Karena suasana yang kondusif sangat dibutuhkan sehingga bantuan bagi korban dapat tersalurkan dengan lancar dimasa tanggap darurat serta masa rehab/rekon kedepannya”, kata Haji Uma.

Baca Juga :  Gebrakan HRB, Wali Kota Subulussalam Terpilih Lakukan Konsolidasi ke Provinsi Hingga ke Pusat

Haji Uma juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk tetap fokus pada solidaritas sosial. .Ia berharap polemik mengenai bendera tidak menghambat semangat gotong-royong yang tengah terbangun kuat untuk membantu para korban banjir.

“Mari kita tunjukkan bahwa fokus utama kita adalah keselamatan nyawa dan meringankan beban saudara-saudara kita,”

“Saya yakin dengan komunikasi yang baik, semua kesalahpahaman di lapangan bisa diselesaikan tanpa kekerasan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Politik

DPRK Lhokseumawe Soroti Kelemahan Sistem Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial

Politik

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Ditunda Lagi!

Berita

Pj Gubernur Safrizal Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 di Aceh

Nasional

Pembuatan Undang-undang Penyadapan Dimulai,DPR Fokus Pada Pencegahan Penyalahgunaan

Politik

Wali Kota Langsa Kritik Keputusan Kepala BPBD Mundur Sebelum Bantuan Tersalurkan

Politik

Anggota DPR RI dan DPD RI Asal Aceh Siap Dukung Pembentukan Enam Calon DOB di Aceh

Parlementarial

Komisi I DPRA Berharap Pelantikan Gubernur Aceh Dilakukan 7 Februari 2025

Nasional

Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin