Jakarta – Kinerja sektor industri Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif pada kuartal IV 2025. Pemerintah mencatat seluruh sektor ekonomi tumbuh secara solid, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu motor utama pertumbuhan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa lonjakan kinerja pariwisata mencapai 17,5 persen, didorong meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (6/2/2026).
Tingginya aktivitas perjalanan, baik domestik maupun antarwilayah, turut memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga UMKM.
“Seluruh sektor ekonomi tumbuh positif pada kuartal IV 2025. Pariwisata menjadi sorotan karena meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun,” ujar Airlangga.
Selain faktor musiman, pertumbuhan tersebut juga diperkuat oleh berbagai stimulus pemerintah, seperti penyaluran bantuan sosial (bansos) serta diskon tiket transportasi. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik, yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya berhenti di akhir 2025, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk menjaga momentum ekonomi menjelang Lebaran 2026. Salah satunya adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan arus mudik dan memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan.
Di sisi lain, pemerintah kembali menggulirkan diskon transportasi publik guna mendorong pergerakan ekonomi. Diskon 30 persen diberikan untuk tiket kereta api dan kapal laut, sementara tiket pesawat mendapatkan potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen.
Airlangga menegaskan, langkah-langkah tersebut dirancang untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. “Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli, memperlancar mobilitas, serta memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak,” katanya.
Dengan kombinasi stimulus fiskal, kebijakan mobilitas, dan dukungan sektor transportasi, pemerintah optimistis kinerja ekonomi nasional akan tetap kuat pada awal 2026. Sektor pariwisata, transportasi, dan perdagangan diproyeksikan kembali menjadi penggerak utama pertumbuhan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.(**)
Editor: Redaksi









