Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bergerak cepat merespons kelangkaan serta kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan kebijakan ini diambil setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar utama di Kota Banda Aceh. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan sekaligus mengantisipasi potensi penimbunan barang oleh oknum pedagang.
Beberapa pasar yang menjadi sasaran sidak antara lain Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng. Dari hasil pemantauan di lapangan, Pemko menemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan strategis yang dinilai berpotensi memberatkan masyarakat, terutama menjelang periode tertentu yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan.
“Sidak ini kita lakukan untuk memantau langsung perkembangan harga di pasar dan memastikan tidak ada praktik penimbunan barang oleh pedagang yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Jalaluddin, Sabtu (29/11/2025).
Sebagai tindak lanjut dari hasil sidak tersebut, Pemko Banda Aceh akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah dengan menyediakan 3.000 paket sembako. Paket tersebut akan disalurkan dalam dua kali pelaksanaan kegiatan, dengan sasaran utama masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Jalaluddin, program ini tidak hanya bertujuan membantu daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Dengan adanya intervensi langsung melalui pasar murah, diharapkan harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali terkendali.
“Harapan kita, Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya sekaligus menstabilkan harga-harga di pasaran,” ungkapnya.
Pemko Banda Aceh juga memastikan akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah dinamika harga pangan yang terus bergerak.(**)
Editor: Redaksi









