Lhokseumawe – Harga emas di Kota Lhokseumawe pada Minggu, 8 Februari 2026, terpantau bertahan stabil. Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas, harga emas murni masih berada di angka Rp8.150.000 per mayam, sama seperti harga pada Sabtu (7/2/2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emas lokal belum mengalami pergerakan signifikan dalam dua hari terakhir. Stabilnya harga emas ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi maupun kebutuhan perhiasan.
Sejumlah pedagang emas di Lhokseumawe menyebutkan bahwa bertahannya harga emas dipengaruhi oleh relatif stabilnya harga emas dunia serta nilai tukar rupiah yang belum mengalami fluktuasi tajam. Selain itu, aktivitas jual beli emas di awal Februari masih tergolong normal, tanpa lonjakan permintaan yang berarti.
“Untuk hari ini harga masih sama, belum ada kenaikan maupun penurunan. Pembeli tetap ada, tapi belum ramai,” ujar salah seorang pedagang emas di pusat pertokoan Lhokseumawe.
Emas selama ini dikenal sebagai salah satu aset lindung nilai (safe haven) yang banyak dipilih masyarakat saat kondisi ekonomi tidak menentu. Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir, pergerakan harga emas cenderung datar, sehingga sebagian calon pembeli masih memilih menunggu perkembangan selanjutnya.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas, kondisi harga yang stabil ini dinilai cukup menguntungkan karena memberi kepastian harga. Sementara bagi pemilik emas, situasi ini menjadi momen untuk menahan penjualan sambil menunggu peluang kenaikan harga.
Para pedagang memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak dalam waktu dekat, seiring dinamika pasar global dan kebijakan ekonomi internasional. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum mengambil keputusan membeli atau menjual emas.(**)
Editor: Dahlan









