Home / Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:18 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Jateng, Banjir dan Longsor Dominasi Laporan BNPB

Redaksi

Petugas BPBD bersama warga melakukan pembersihan material pascabanjir dan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Februari 2026.

Petugas BPBD bersama warga melakukan pembersihan material pascabanjir dan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Februari 2026.

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 10 hingga 11 Februari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi laporan, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan tingginya potensi ancaman bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Angin Kencang Rusak Rumah di Klaten

Hujan berintensitas sedang disertai angin kencang melanda Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada Senin (9/2). Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 10 unit rumah mengalami kerusakan ringan.

Tak hanya rumah warga, satu unit fasilitas pendidikan dan fasilitas umum turut terdampak. Selain itu, empat akses jalan dan satu unit tempat usaha juga mengalami gangguan akibat kejadian tersebut. Angin kencang turut menumbangkan lima pohon yang sempat menghambat aktivitas warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bergerak cepat melakukan pembersihan material rumah rusak serta mengevakuasi pohon tumbang. Petugas juga memangkas dahan pohon yang rimbun guna mengurangi risiko pohon roboh apabila hujan dan angin kembali terjadi.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Gotong Royong dengan Warga, Sambut Hari Natal di Puncak Jaya

Longsor Ancam Puluhan Rumah di Banjarnegara

Sementara itu, hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu (8/2), memicu terjadinya tanah longsor. Lahan perkebunan seluas sekitar empat hektare dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama perangkat desa dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Pagentan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 27 unit rumah dan satu fasilitas ibadah berada dalam kondisi terancam jika longsor susulan terjadi.

BPBD setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi lama. Masyarakat juga diminta menyiapkan rencana evakuasi mandiri guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Banjir Rendam Permukiman di Tegal

Di Kabupaten Tegal, hujan lebat pada Selasa (10/2) menyebabkan Sungai Kumisik meluap di wilayah Kecamatan Margasari. Luapan air merendam permukiman warga dengan ketinggian muka air mencapai 100 sentimeter.

Sebanyak 26 unit rumah terdampak banjir tersebut. BPBD Kabupaten Tegal mengerahkan tim Desa Tangguh Bencana untuk membantu evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman, yakni SDN Dukuh Tengah 01.

Baca Juga :  Kemenhub Berlakukan SIM PKB Fullcycle_ Serentak Mulai Januari 2026

Berdasarkan laporan per Rabu (11/2), banjir telah surut dan warga secara bertahap kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

11 Desa di Kendal Terendam

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Kendal pada Selasa (10/2). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir merendam 11 desa. Data sementara mencatat sebanyak 805 kepala keluarga terdampak, dengan total 1.105 unit rumah terendam.

Hingga Rabu (11/2), delapan desa dilaporkan masih tergenang banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Aparat setempat terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat, termasuk distribusi bantuan serta pendataan lanjutan.

BNPB: Tingkatkan Kesiapsiagaan

Mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk periode 11 hingga 13 Februari 2026, wilayah Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan yang masih tinggi berisiko memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang susulan.

Baca Juga :  Acara Bakar Batu Bersama Masyarakat, Satgas Yonif 112/DJ Di Papua Tengah

Masyarakat diminta untuk:

Memantau informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi.

Segera melakukan evakuasi ke tempat lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang terbatas.

Menghindari daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan pohon besar saat hujan deras disertai angin kencang.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta melakukan langkah mitigasi seperti pembersihan saluran air, pemangkasan dahan pohon rimbun, dan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.

BNPB juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan potensi ancaman bencana kepada aparat setempat agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil dapat diminimalkan.

Di tengah dinamika cuaca ekstrem yang masih berlangsung, kewaspadaan dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Nasir Djamil Terima TOP Legislator Award 2025, PBN Aceh: Bukti Wakil Rakyat yang Konsisten dan Berpihak

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ menghadiri dan mengamankan Kirab Merah Putih di Puncak Jaya

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Hadir Sebagai Keluarga Bagi Warga Puncak Jaya

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Gelar Layanan Kesehatan Gratis Keliling di Puncak Jaya

Nasional

Ketua TP PKK Aceh Tampil Kompak Dukung Atlet di Fornas Lombok : ‘Menang Talo, Bek Syek Syoh!

Nasional

Muzakir Manaf Minta Dukungan Pembangunan Terowongan Geurutee Kepada Menteri PPN

Nasional

Irma NasDem Sebut SPPG Polri Tak Ada yang Berkasus karena Sesuai Standar

Agama

Ketua Kagama Aceh Hadiri Wisuda Pascasarjana UGM