Banda Aceh – Pemerintah Aceh mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang akan digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi momentum religius sekaligus syiar Islam berskala nasional, karena direncanakan turut dihadiri sejumlah menteri dan anggota DPR RI.
Rapat finalisasi pelaksanaan kegiatan telah digelar pada Rabu (4/3) dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh. Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten, Kepala Biro, Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta perwakilan sejumlah lembaga vertikal dan instansi daerah.
Dalam rapat tersebut dibahas secara rinci berbagai aspek teknis dan substansi acara, mulai dari susunan prosesi, pengamanan, penyambutan tamu VVIP, hingga kesiapan konsumsi dan pengaturan jamaah. Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan peringatan Nuzulul Qur’an yang khidmat, tertib, dan memberi kesan mendalam bagi masyarakat.
Perayaan Malam Nuzulul Qur’an tahun ini berada di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bersama Dinas Syariat Islam Aceh. Kolaborasi dua instansi tersebut diharapkan mampu menghadirkan konsep acara yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga memperkuat identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah yang menjunjung tinggi syariat Islam dan tradisi keagamaan.
Menariknya, peringatan Nuzulul Qur’an kali ini dirangkai dengan Khanduri Ramadhan serta penutupan Aceh Ramadhan Festival 2026. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi puncak kemeriahan festival tahunan yang selama bulan suci menghadirkan berbagai agenda religi, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis syariah.
Khanduri Ramadhan yang digelar terbuka untuk seluruh undangan dan masyarakat luas akan menjadi momen kebersamaan dalam suasana penuh keberkahan. Pemerintah Aceh juga menggelar buka puasa bersama di halaman Masjid Raya Baiturrahman, mempererat silaturahmi antara unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan.
Selain dihadiri unsur pemerintahan daerah, kegiatan ini direncanakan akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pariwisata, Menteri Ekonomi Kreatif, Menteri Kebudayaan, Komisi VIII DPR RI, serta anggota DPR RI asal Aceh. Kehadiran para pejabat pusat tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Aceh sebagai daerah yang konsisten menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
Tim protokoler Pemerintah Aceh bersama panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan teknis menjelang hari pelaksanaan. Koordinasi lintas sektor dilakukan secara intensif guna memastikan acara berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan rencana.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi terbaru kepada rekan-rekan media terkait perkembangan persiapan kegiatan tersebut. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir dan meramaikan peringatan Malam Nuzulul Qur’an sebagai wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an dan syiar Islam di Aceh.
Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Di tengah dinamika zaman, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai spiritual, persatuan, dan semangat membangun Aceh yang religius dan bermartabat.
Editor: Redaksi













