Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Wagub Aceh: FKPA Harus jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan

REDAKSI

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Forum Kreatif Perempuan Aceh (DPP-FKPA) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat 29/8/2025 (Foto:Dok.Biro Adpim Setda Aceh)

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Forum Kreatif Perempuan Aceh (DPP-FKPA) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat 29/8/2025 (Foto:Dok.Biro Adpim Setda Aceh)

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., menegaskan bahwa Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) harus menjadi wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Aceh dalam berbagai bidang, utamanya seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Hal itu disampaikan Wagub Fadhlullah saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah FKPA periode 2025–2030 di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Hj. Kartini dilantik sebagai Ketua Umum dan Dra. Muslihah sebagai Sekretaris. Mereka dilantik bersama puluhan pengurus lainnya, termasuk 20 DPD FKPA se-Aceh, oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar.

“Sejak masa lalu, perempuan Aceh adalah kekuatan utama dalam menjaga martabat, budaya, dan peradaban. Kita mengenal Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, Pocut Meurah Intan, dan banyak tokoh lainnya. Hari ini, semangat kepemimpinan dan kreativitas itulah yang dihidupkan kembali melalui FKPA,” ujar Fadhlullah.

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan AOE 2025, Wagub Aceh Disapa Presiden Prabowo 

Menurut Wagub, peran perempuan di Aceh sangat nyata dalam sektor ekonomi. Ia menyinggung data nasional yang menunjukkan 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, bahkan di Aceh jumlahnya melebihi laki-laki.

“Melalui usaha kuliner, kerajinan, fesyen, hingga pemasaran digital, perempuan Aceh bukan hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat budaya lokal dan membawa produk kita bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Fadhlullah.

Dalam kesempatan itu, Wagub Fadhlullah menegaskan jika pembangunan Aceh ke depan harus berakar dari desa atau gampong. Ia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini sudah berjalan di 206 titik dapur, dengan 70 dapur yang telah beroperasi, dan ditargetkan seluruhnya aktif pada akhir tahun 2025.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh : Sinkronisasi RPJM Kabupaten, Provinsi dan Nasional Penting untuk Wujudkan Visi Misi Pemerintah

“Saya ingin sampaikan, koperasi Merah Putih akan berdiri di setiap desa. Dengan koperasi ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan seperti pupuk dan LPG. Koperasi juga akan menjadi pemasok utama program MBG. Pertumbuhan ekonomi Aceh ada di tingkat gampong, dan kami selalu menyebutkan: mari bangun gampong untuk menuju provinsi,” ujar Wagub.

Sementara itu, Ketua Umum FKPA, Hj. Kartini, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran para perempuan dari berbagai daerah yang rela datang jauh-jauh ke Banda Aceh untuk menghadiri pelantikan. Ia menjelaskan bahwa FKPA lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi, sehingga bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan nilai-nilai Islam dan Pancasila yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian perempuan dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Dukung Iklim Usaha, Terima Pengurus Kadin

“Pemberdayaan perempuan tidak bisa berjalan sendiri. FKPA butuh kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan seluruh mitra strategis agar mampu mendukung program pembangunan daerah. Kami ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, serta mampu memberi kontribusi nyata. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan berdaya saing,” kata Kartini.

Ia juga mengajak seluruh anggota FKPA dan masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan. “Semangat ini harus kita rawat bersama, agar menjadi kekuatan dalam mengabdi untuk Aceh,” ujarnya.

Pelantikan FKPA turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat. []

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Sidak RSUD dr. Fauziah Bireuen, Sekda Aceh Pastikan Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil

Pemerintah Aceh

Pakar Hukum: Pentingnya Publikasi RUU KUHAP dan RUU Kejaksaan

Pemerintah Aceh

Kak Na: TP PKK Aceh harus Kerja Bakti untuk Rakyat

Aceh Besar

Pj Gubernur Safrizal Jamu Rombongan Ditjen Bina Adwil Kemendagri

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Perpanjang Keempat Status Tanggap Darurat Bencana hingga 29 Januari 2026

Pemerintah Aceh

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗹𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗵𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘆𝗮𝗵, 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗔𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻

Berita

Pj Gubernur Safrizal Tinjau Lahan Lokasi Rencana Pembangunan Venue PORA 2026

Berita

Wakil Gubernur Aceh Terima Kunjungan Kedubes Selandia Baru