Home / Aceh Besar

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Warga Beri Ultimatum 3 Hari, Tambang Ilegal Wajib Berhenti

REDAKSI

Imum Mukim Jalin, Bapak Darwin, saat memimpin rapat bersama Forum Keuchik dan tokoh pemuda di Meunasah Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho. Warga sepakat memberikan ultimatum 3 hari bagi penambang emas ilegal untuk menghentikan aktivitasnya karena telah mencemari aliran Sungai Krueng Aceh. (Foto: Dok. Warga/Istimewa)

Imum Mukim Jalin, Bapak Darwin, saat memimpin rapat bersama Forum Keuchik dan tokoh pemuda di Meunasah Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho. Warga sepakat memberikan ultimatum 3 hari bagi penambang emas ilegal untuk menghentikan aktivitasnya karena telah mencemari aliran Sungai Krueng Aceh. (Foto: Dok. Warga/Istimewa)

Jantho – Warga yang tergabung dalam rapat koordinasi di Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho, memberikan ultimatum keras kepada pelaku tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab keruhnya aliran Sungai Krueng Aceh. Warga memberikan waktu hanya 3 hari untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Imum Mukim, Bapak Darwin, di Menasah Gampong Jalin ini dihadiri oleh Ketua Forum Keuchik, seluruh Keuchik wilayah kecamatan jantho Tuha Peut, serta perwakilan pemuda.

Baca Juga :  Di PTBI 2025, Aceh Besar Dorong Sinergi Kebijakan demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat sepakat menolak keras aktivitas tambang ilegal yang terus beroperasi. Hal ini disebabkan limbah hasil galian telah menyebabkan air Krueng Aceh menjadi keruh setiap hari dan mencemari lingkungan, sehingga mengganggu kebutuhan hidup warga.

Baca Juga :  Wakili Bupati Aceh Besar, Camat Lhoknga Hadiri Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh di Masjid Al-Islah

“Kami memberikan waktu 3 hari kepada para penambang untuk menghentikan kegiatan mereka secara bertahap dan total. Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada tindakan nyata, maka warga akan turun langsung ke lapangan untuk mengambil langkah tegas,” tegas Darwin mewakili masyarakat.

Baca Juga :  Hadapi Ramadhan, Plt Sekda Aceh Besar Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Lambaro

Sikap keras ini juga didukung penuh oleh seluruh elemen yang hadir. Mereka menegaskan bahwa kelestarian sungai dan kesehatan masyarakat jauh lebih penting daripada aktivitas yang merusak tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak menunggu respon dari pelaku tambang untuk mematuhi peringatan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten II Sekdakab Aceh Besar Hadiri Penutupan Pendidikan Bintara TNI AD

Aceh Besar

PERISAI PUTEH INDATU ATJEH Merayakan Kenduri Maulid Akbar Secara Umum dan Khidmat

Aceh Besar

Peringati HPSN 2025, DLH Aceh Besar dan PT SBA Bersihkan Sampah di Mon Ikeun

Aceh Besar

Masalisasi VSAT Seantero Aceh Besar, Bukti Komitmen Pj Bupati Muhammad Iswanto Dukung Digitalisasi

Aceh Besar

Aceh Besar Siapkan 200 Hektare Lahan Jagung di Kuta Cot Glie

Aceh Besar

Danramil 05/Mesjid Raya Hadiri Peusijuk dan Launching SPPG Yayasan Dayah Mulia

Aceh Besar

Bukti Hasil Kerja Keras, Aceh Besar Raih Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik 2024

Aceh Besar

IPPERMATA Gelar Leadership Training Ramadhan untuk siapkan Pemimpin Masa Depan