Home / Ekonomi

Jumat, 17 April 2026 - 18:48 WIB

Bank Indonesia Gelar Road to FESyar 2026 di Banda Aceh: Akselerasi Ekonomi Syariah Melalui Sinergi dan Digitalisasi

REDAKSI

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan jajaran pemangku kepentingan saat membuka acara Road to FESyar 2026 di Gedung AAC Prof.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan jajaran pemangku kepentingan saat membuka acara Road to FESyar 2026 di Gedung AAC Prof.

Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh resmi menyelenggarakan Road to FESyar 2026 sebagai langkah nyata mempercepat pemulihan dan penguatan ekonomi syariah di Bumi Serambi Mekkah. Perhelatan strategis ini berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 April 2026, dipusatkan di Gedung AAC Prof. Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendukung Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, BI bertujuan memperkokoh posisi Aceh sebagai pusat (hub) industri halal di wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Ketua PKK Aceh Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Gampong Crueng, Pidie

​Penyelenggaraan ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari otoritas pemerintahan hingga lembaga keuangan dan pendidikan, antara lain:

​Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) & Bappenas.

​Dinas Pendidikan Dayah & Dinas Peternakan Aceh.

​Perbankan (BSI & Bank Aceh Syariah).

​Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh.

​Pondok pesantren dan UMKM binaan Bank Indonesia.

​Tiga Pilar Utama: Forum, Recovery, dan Kompetisi

​Road to FESyar 2026 dikemas dalam tiga program utama yang dirancang secara komprehensif:

​1. Sharia Forum (Edukasi & Literasi)

Menghadirkan ruang intelektual melalui seminar, bedah buku, dan talkshow. Beberapa fokus utamanya meliputi:

Baca Juga :  Harga Emas di Aceh Mulai Turun, Kini Rp 8,8 Juta per Mayam

​Kemandirian ekonomi pesantren dan literasi keuangan syariah.

​Aceh Economic Forum yang membahas prospek pertumbuhan ekonomi daerah.

​Workshop praktis: Bimtek sertifikasi halal dan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

​Kelas UMKM Citra Nusa untuk penguatan inovasi bisnis fesyen.

​2. Sharia Recovery (Aksi Nyata & Sosial)

Fokus pada pemulihan ekonomi berbasis syariah melalui:

​Pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di lingkungan kampus.

​Program Wakafein, sebuah inovasi yang menggabungkan potensi kopi Aceh dengan konsep donasi wakaf untuk pemberdayaan masyarakat.

​3. Sharia Competition (Apresiasi Kreativitas)

Ajang kompetisi bagi generasi muda yang mencakup:

​Cerdas Cermat Ekonomi Syariah (Road to OESN).

Baca Juga :  Cegah Stunting, Kak Ana Salurkan 5,4 Ton Ikan Segar untuk Warga Lhokseumawe 

​Lomba seni dan dakwah: Nasyid, Da’i Cilik, Dakwah Ekonomi Syariah.

​Lomba konten digital dan lomba mewarnai.

​Harapan Masa Depan Ekonomi Aceh

​Melalui agenda ini, Bank Indonesia Provinsi Aceh berharap dapat menciptakan kontribusi nyata bagi fondasi ekonomi daerah. Output yang diharapkan tidak hanya sekadar peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, tetapi juga penguatan daya saing UMKM halal serta terciptanya ekosistem halal yang terintegrasi.

​Dengan sinergi yang solid, Road to FESyar 2026 optimis mampu membawa Aceh bertransformasi menjadi pusat ekonomi syariah unggulan, baik di tingkat nasional maupun regional.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

Harga Emas Antam Tembus Rp2,95 Juta per Gram, Kian Dekati Rp3 Juta

Aceh Besar

Hadapi Ramadhan, Plt Sekda Aceh Besar Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Lambaro

Ekonomi

Suplai Ayam dari Medan ke Aceh Normal, Harga Masih Fluktuatif

Aceh

Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025

Ekonomi

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Ekonomi

Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun

Ekonomi

Ketua PKK Aceh Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Gampong Crueng, Pidie