Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres yang positif. Hingga Rabu (22/04/2026), capaian pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 11,75 persen, menandai langkah awal yang baik dalam upaya peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial yang dilaksanakan oleh Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui jajaran Koramil 0108-03/Badar, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mendorong percepatan pembangunan sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Komandan Koramil 0108-03/Badar, Kapten Inf Sadriadi, menjelaskan bahwa saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap awal konstruksi. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi persiapan lahan, pengukuran titik konstruksi, pemasangan struktur dasar, serta pengecoran pondasi jembatan.
Menurutnya, tahapan awal ini merupakan fase yang sangat krusial karena menjadi fondasi utama dalam menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan di masa mendatang. Oleh karena itu, seluruh proses dikerjakan secara teliti, terukur, dan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.
“Jembatan gantung ini akan melintasi Sungai Kali Alas dengan kedalaman sekitar dua meter. Panjang jembatan direncanakan mencapai 220 meter dengan lebar 1,7 meter. Maka dari itu, setiap tahapan harus dilaksanakan dengan cermat agar hasilnya kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ujar Kapten Sadriadi.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan pembangunan terus diupayakan dengan mengedepankan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat. Kehadiran warga yang turut ambil bagian dalam proses pengerjaan menjadi bukti nyata tingginya kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di daerah tersebut.
Secara strategis, pembangunan Jembatan Gantung Garuda memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah. Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala utama bagi masyarakat, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat yang kerap menghambat mobilitas warga.
Dengan hadirnya jembatan ini, diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk akses anak-anak menuju sekolah yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh dan berisiko. Selain itu, jembatan ini juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat setempat.
Akses yang lebih baik diharapkan mampu menekan biaya transportasi dan mempercepat waktu tempuh, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama TNI berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Komitmen bersama dari seluruh pihak menjadi landasan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, tepat guna, dan berkelanjutan.
Sementara itu, salah satu warga Desa Kumbang Jaya, Raju, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya terhadap pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kehadiran jembatan ini akan membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Selama ini kami cukup kesulitan saat menyeberang, terutama saat air sungai naik. Semoga jembatan ini cepat selesai agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan aman dan aktivitas kami sehari-hari menjadi lebih lancar,” ungkapnya.
Dengan progres yang terus meningkat dan dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat segera rampung dan menjadi solusi nyata dalam membuka akses serta mendorong kemajuan wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara.
Editor: Redaksi









