Banda Aceh – (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) memprediksi potensi hujan di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya mulai Senin, 14 April 2025 hingga beberapa hari ke depan.
Informasi tersebut turut diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh yang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinilai masih dinamis, meskipun sebagian wilayah Aceh telah memasuki periode musim kemarau.
Potensi hujan yang terjadi diperkirakan dapat berlangsung dalam durasi singkat dengan intensitas sedang hingga lebat, serta berpeluang disertai fenomena cuaca ekstrem seperti kilat, petir, angin kencang, hingga puting beliung.
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang umumnya terjadi pada siang hingga sore hari, dengan kecepatan mencapai sekitar 30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut kategori sedang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Sabang–Banda Aceh, Aceh Barat Daya (Abdya)–Simeulue, serta Aceh Singkil–Pulo Banyak. Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di perairan Aceh
Besar–Meulaboh dan perairan selatan Simeulue.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh Cut Ahmad Putra, dalam keterangannya menegaskan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah pesisir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama yang disertai angin kencang dan petir. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan, serta pastikan saluran drainase di lingkungan tetap bersih guna mencegah genangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, nelayan dan pengguna transportasi laut diharapkan lebih berhati-hati dan memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut.
“Untuk masyarakat pesisir dan para nelayan, kami minta agar selalu memantau informasi resmi dari BMKG terkait kondisi gelombang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
BPBD Kota Banda Aceh juga menyatakan kesiapsiagaan tim dalam menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem, termasuk potensi pohon tumbang, genangan air, maupun gangguan aktivitas masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (ADV)
Editor: Redaksi









