Aceh Timur – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah (DPDA) Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Dayah Nurul Ihsan yang terletak di Gampong Lung Peut, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu, 25 Mei 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda turun ke lapangan (turba) yang rutin dilakukan oleh jajaran Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Tujuannya adalah untuk meninjau langsung kondisi sarana prasarana, mendengarkan aspirasi para ulama pimpinan dayah, serta memantau perkembangan mutu pendidikan keagamaan di wilayah pesisir timur Aceh.
Kedatangan Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh beserta rombongan disambut hangat oleh pimpinan Dayah Nurul Ihsan, para asatidz (dewan guru), tokoh masyarakat gampong setempat, serta ratusan santri yang antusias menyambut kehadiran orang nomor satu di lingkungan DPDA tersebut.
Mendengar Aspirasi dari Akar Rumput
Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan, Muhsin menegaskan bahwa kunjungan ke dayah-dayah di daerah bukan sekadar agenda seremonial. Bagi DPDA, melihat langsung realitas di lapangan adalah kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran pemerintah daerah benar-benar dirasakan oleh lembaga pendidikan dayah. Melalui silaturahmi ini, kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kendala, kebutuhan, dan harapan dari para teungku serta pimpinan dayah di Gampong Lung Perut ini,” ujar Muhsin.
Beliau juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan dan seluruh pengajar di Dayah Nurul Ihsan yang terus konsisten mendidik generasi muda Islam, meskipun di tengah keterbatasan fasilitas yang ada di tingkat gampong.
Fokus pada Peningkatan Mutu dan Kemandirian Dayah Di hadapan para pengurus dayah, Muhsin menjabarkan beberapa program prioritas Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang fokus pada tiga pilar utama:
- Penguatan Tata Kelola Lembaga: Mendorong manajemen dayah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel tanpa menghilangkan khitah asli dayah.
- Peningkatan Kualitas SDM: Memperluas program pelatihan bagi para guru dayah (asatidz) agar kompetensi mengajar dan penguasaan kitab kuning semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Pemberdayaan Ekonomi Dayah: Mendorong program kemandirian ekonomi agar dayah memiliki unit usaha sendiri guna menopang operasional pendidikan secara berkelanjutan.
“Dayah bukan hanya tempat mentransfer ilmu agama, tetapi juga benteng moral generasi bangsa. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan dan sarana prasarana di Dayah Nurul Ihsan ini secara bertahap akan terus kita kawal bersama pemerintah kabupaten,” tambah Muhsin.
Sambut Baik Dukungan Pemerintah
Sementara itu, Pimpinan Dayah Nurul Ihsan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kesediaan Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk meluangkan waktu berkunjung langsung ke daerah pelosok seperti Kecamatan Madat.
Menurut pihak dayah, kunjungan langsung dari pejabat tingkat provinsi seperti ini memberikan suntikan motivasi yang besar bagi para guru dan santri untuk terus menghidupkan syiar Islam. Pihak dayah juga berharap agar usulan-usulan terkait pengembangan fasilitas asrama santri dan ruang belajar yang sempat didiskusikan dapat segera mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah.
Acara kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan kompleks dayah secara langsung oleh Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., didampingi oleh pengurus dayah untuk melihat kondisi fisik bangunan asrama, ruang belajar, dan fasilitas ibadah para santri, sebelum ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan pendidikan dayah di Aceh. []
Editor: Redaksi









