Home / Peristiwa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:52 WIB

Diduga Dituduh Mencuri Tanpa Bukti, Warga Simalungun Tewas Diamuk Massa di Bandar Pasir Mandoge

REDAKSI

Lokasi terjadinya aksi main hakim sendiri di Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang menewaskan seorang pria asal Simalungun pada Kamis (4/6/2026).

Lokasi terjadinya aksi main hakim sendiri di Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yang menewaskan seorang pria asal Simalungun pada Kamis (4/6/2026).

Asahan – Seorang warga Nagori Marihat Mayang, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, dilaporkan tewas mengenaskan setelah menjadi korban aksi main hakim sendiri oleh massa. Mirisnya, tindakan penganiayaan yang diduga tanpa didasari bukti kuat ini disebut-sebut terjadi atas izin Kepala Desa (Kades) serta disaksikan oleh sejumlah tetua kampung setempat.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber warga, peristiwa maut tersebut terjadi pada Kamis malam (04/06/2026) selepas magrib di Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.

​”Polisi datang hampir jam 12 malam. Dia (korban) pas dibawa masih hidup. Tapi pas di jalan, entah sudah sampai Polsek, meninggal,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya pada Sabtu (20/06/2026).

​Kronologi Kejadian versi Masyarakat

​Menurut penuturan sumber melalui sambungan telepon, insiden ini bermula dua malam sebelum kejadian, tepatnya pada Selasa subuh (02/06/2026). Korban diduga sempat masuk ke dalam rumah salah seorang warga bernama Yus Situmorang dengan maksud hendak melakukan pencurian.

Baca Juga :  Aceh Berduka: Gubernur Muzakir Manaf Pimpin Doa Bersama untuk Dua Ulama Kharismatik

​Aksi korban kemudian dipergoki langsung oleh pemilik rumah. Meski korban berhasil melarikan diri saat itu, satu unit sepeda motor Yamaha N-Max miliknya tertinggal di lokasi kejadian.

​Nahas bagi korban, saat kembali pada Kamis malam—yang diduga kuat telah ditunggu oleh penghuni rumah dibantu warga—ia langsung ditangkap dan menjadi bulan-bulanan massa.

​”Yang memukul itu yang punya rumah, si Yus Situmorang. Tapi kalau soal dia memang mau mencuri atau tidak, kami tidak tahu juga. Karena pas dia ditangkap, tidak ada barang atau hasil curian yang ditemukan,” ungkap sumber yang merupakan warga Desa Silau Jawa tersebut.

​Jeritan Minta Ampun Korban Diabaikan

Baca Juga :  Pembunuhan di Aceh Timur: Korban Dibacok, Pelaku Menyerahkan Diri

​Aksi keji tersebut sempat terekam dalam sebuah video singkat berdurasi 7 detik. Dalam rekaman itu, terdengar jeritan pilu korban yang memohon ampun agar penganiayaan dihentikan. Namun, rintihan tersebut diabaikan oleh massa yang terus menendang wajah dan tubuh korban.

​Lebih sadis lagi, sumber membeberkan bahwa di luar rekaman video, salah satu pelaku sempat menyulutkan rokok ke tubuh korban hingga membuatnya berulang kali menjerit kesakitan.

​”Ngeri kali lah. Ramai yang lihat. Dia (korban) diikat terus dipukuli ramai-ramai di tengah jalan gitu,” tambah sumber pilu.

​Kades dan Aparat Kepolisian Kompak Bungkam

​Muncul kekhawatiran dari pihak keluarga dan warga bahwa kasus ini sengaja diredam. Pasalnya, peristiwa yang menewaskan korban sudah terjadi sejak 4 Juni lalu, namun proses hukum di kepolisian disebut baru terlihat berjalan belakangan ini.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga Diterkam Buaya Saat Cari Lokan di Sungai Luan Boya

​”Kejadian tanggal 4 kemarin, tapi baru semalam kulihat diproses orang itu di Polsek. Kudengar Kades sama Kadus IX diperiksa Polsek,” pungkas sumber berharap keadilan ditegakkan.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Silau Jawa, Asriaman Sitorus, bersama Kapolsek Bandar Pasir Mandoge, AKP Erlyanto SH, kompak tidak memberikan respons saat dikonfirmasi via pesan singkat.

​Setali tiga uang, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SIK saat dipertanyakan mengenai sejauh mana penanganan kasus ini melalui pesan WhatsApp pada pukul 17.09 WIB, hanya membalas dengan mengirimkan stiker/caption bergambar ucapan terima kasih tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

​Kini, masyarakat luas menaruh harapan besar kepada jajaran Polres Asahan agar dapat mengusut tuntas, transparan, dan mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi berdarah yang merenggut nyawa ini. (Gondrong)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Dua Rumah dan Satu Kios Terbakar di Sukaramai, Diduga Karena Korsleting Listrik

Aceh Besar

Tim Damkar Aceh Besar Evakuasi Ular Piton 3,5 Meter

Peristiwa

Taqwaddin Husin dan Teuku Alvisyahrin Presentasi di Jepang tentang Peran Internasional dalam Menolong Korban Tsunami Aceh

Peristiwa

Kecelakaan Lalu Lintas di Aceh Barat: 18 Orang Meninggal, 56 Luka-luka

Parlementarial

Komisi I DPRA Kecam Pengeroyokan Pemuda Aceh di Masjid Sibolga, Minta Pelaku Ditangkap

Peristiwa

Aceh Berduka: Gubernur Muzakir Manaf Pimpin Doa Bersama untuk Dua Ulama Kharismatik

Berita

Polda Aceh selidiki kecelakaan maut di Seulawah

Internasional

Pagi Ini Mindanao Filipina Berguncang 7,8 SR: Indonesia Masuk Zona Peringatan Tsunami