Home / Nasional

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:57 WIB

Duka di Kamar Latihan: Korban Jiwa Calon Manajer Koperasi Merah Putih Bertambah Jadi 4 Orang

REDAKSI

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Saat ikut Latihan Militer / foto afu

Calon Manajer Kopdes Merah Putih Saat ikut Latihan Militer / foto afu

Jakarta — Program pelatihan militer bagi calon pengurus koperasi kembali memakan korban jiwa. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan menjadi calon manajer keempat yang mengembuskan napas terakhirnya saat mengikuti rangkaian latihan fisik semi-militer tersebut pada Jumat dini hari, 26 Juni 2026.

​Kematian Rifki memperpanjang daftar hitam peserta yang gugur dalam program bentukan pemerintah ini. Hingga hari ini, total empat calon manajer dari Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih dilaporkan meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang memburuk di tengah latihan.

​Kronologi Memburuknya Kondisi Korban

​Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari. Pihak kementerian menyatakan bahwa korban terindikasi sudah memiliki riwayat medis sebelum resmi bergabung dalam pelatihan.

Baca Juga :  Skandal Narkoba Guncang Polri, Desakan Reformasi Total Menguat

​“Ya, keluarga mengatakan penyakit bawaan almarhum,” kata Sari kepada Tempo melalui pesan singkat pada Jumat.

​Sari juga membenarkan laporan kronologi yang beredar mengenai detik-detik sebelum Rifki wafat. Rifki, yang merupakan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di bawah pengiriman Kodam III/Siliwangi, pertama kali mengeluhkan kondisi tubuhnya pada Kamis, 25 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Korban mendatangi ruang kesehatan akibat lemas dan sesak napas.

​Berdasarkan rekam medis awal, Rifki diketahui mengidap hipertensi kronis dan rutin mengonsumsi obat Amlodipin 5 miligram. Meski sempat membaik dan kembali ke lapangan setelah diberi terapi oksigen 3 liter per menit, kondisi Rifki mendadak drop kembali pada pukul 18.00 WIB. Ia langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa, Jakarta.

​Diagnosis Medis dan Pemakaman

Baca Juga :  Di Depan Mualem, Mentan Tegaskan Segera Pulihkan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

​Kondisi Rifki terus merosot tajam setibanya di rumah sakit. Resume dokter menunjukkan komplikasi berat, mulai dari penurunan kesadaran (diduga karena faktor neurogenik, kardiogenik, dan pneumonia), syok hipovolemik atau sepsis, hingga hiponatremia berat. Nyawa Rifki tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.28 WIB.

​“Hasil koordinasi dengan pihak keluarga, rencananya almarhum akan dikebumikan di Sumedang,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

​Daftar Tiga Korban yang Gugur Sebelumnya

​Sebelum insiden yang menimpa Rifki, Kementerian Pertahanan telah mengonfirmasi tiga nama calon manajer lain dari Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih yang juga tewas saat mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan.

​Ketiga korban terdahulu yang gugur akibat penurunan kondisi fisik adalah:

​Novia Rahmadhani Sihotang: Meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026, saat berlatih di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta. Novia tercatat memiliki riwayat penyakit tuberkulosis (TBC).

Baca Juga :  Prabowo: Berantas Korupsi Tidak Mudah, Kelompok Garong Selalu Melawan

​Anisa Muyassaroh: Meninggal pada 18 Juni 2026 akibat serangan heat stroke (sengatan panas ekstrem) saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur.

​Yonanda Muhammad Taufiq: Wafat pada 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest (henti jantung) saat digembleng di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

​Rentetan kematian dalam waktu yang berdekatan ini memicu pertanyaan besar dari publik terkait standar evaluasi kesehatan medis (medical check-up) serta intensitas beban fisik yang diterapkan dalam program pelatihan militer bagi para calon pengelola koperasi tersebut. (*)

Editor: RedaksiSumber: https://Tempo.co

Share :

Baca Juga

Nasional

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Bandung

Nasional

Wali Nanggroe Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Masa Depan Aceh

Nasional

Masyarakat Antusias saat Kapolri Turun Langsung Berbagi Takjil

Nasional

Irma NasDem Sebut SPPG Polri Tak Ada yang Berkasus karena Sesuai Standar

Nasional

Kapolri Perintahkan Hukuman Berat Oknum Brimob di Maluku

Nasional

Audiensi Strategis: Aceh Dapat Dukungan Rp1,052 Triliun dari Kemenkes

Nasional

Humanis dan Presisi, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Hadirkan Rasa Aman dalam Patroli dan Pengamanan Ibadah di Sinak

Hukrim

SKANDAL JUAL BELI ANAK: Bilqis Diculik dan Dijual Berantai, Pelaku Beraksi 9 Kali