Home / Nasional

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:12 WIB

Prabowo: Berantas Korupsi Tidak Mudah, Kelompok Garong Selalu Melawan

Redaksi

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi meski mendapat perlawanan dari kelompok-kelompok koruptor.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi meski mendapat perlawanan dari kelompok-kelompok koruptor.

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa upaya memberantas korupsi di Indonesia bukanlah pekerjaan ringan. Ia menegaskan, setiap langkah untuk menegakkan hukum dan keadilan kerap mendapat perlawanan balik dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati praktik korupsi.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030, yang dirangkaikan dengan kegiatan Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo terlebih dahulu menyoroti besarnya potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Tuhan Yang Maha Kuasa telah menganugerahkan kekayaan luar biasa kepada bangsa Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun potensi manusianya.

“Luar biasa kekayaan kita, kekayaan kita luar biasa. Yang Kuasa telah memberi karunia kepada kita karunia yang luar biasa,” ujar Prabowo, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga :  Dr. Alpi: Kemandirian Polri Bukan Hanya Kamtibmas, Tapi Juga Kamdagri sebagai Pilar Konstitusi

Namun demikian, Prabowo menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa Indonesia bukan hanya pada kekayaan yang dimiliki, melainkan pada kemampuan menjaga, mengelola, dan melindungi kekayaan tersebut dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa korupsi menjadi salah satu ancaman paling serius yang dapat menggerogoti masa depan bangsa. Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan persatuan nasional yang kuat untuk melawan praktik korupsi secara menyeluruh.

Presiden tidak menutup mata bahwa upaya pemberantasan korupsi sering kali memicu perlawanan keras dari para pelaku. Bahkan, kata Prabowo, kelompok koruptor kerap menggunakan berbagai cara untuk melemahkan pemerintah, termasuk dengan menciptakan kegaduhan dan memecah belah masyarakat.

Baca Juga :  Industri Nasional Solid di Akhir 2025, Pariwisata Melonjak 17,5 Persen

“Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukuman, menegakkan keadilan, menegakkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok-kelompok garong ini menyerang balik,” tegasnya.

Prabowo mengungkapkan, serangan balik tersebut sering diwujudkan melalui upaya adu domba dan penciptaan konflik sosial. Tujuannya jelas, kata dia, agar tidak lahir pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Indonesia.

“Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Indonesia ini,” lanjut Prabowo.

Meski menghadapi tantangan besar, Presiden menegaskan dirinya tidak akan mundur. Sebagai kepala negara yang telah disumpah untuk menegakkan hukum dan konstitusi, Prabowo menyatakan komitmennya untuk terus melawan korupsi demi keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  Dirjen KSDAE : Suaka Badak Sumatera di Aceh Timur Rampung Tahun 2025

Acara di Masjid Istiqlal tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dari Kabinet Merah Putih, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta para Menteri Koordinator, yakni Zulkifli Hasan, Djamari Chaniago, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam kesempatan itu, Prabowo tampak khidmat mengenakan baju koko putih dan peci hitam, mencerminkan suasana religius dan kesungguhan dalam menyampaikan pesan moral tentang pentingnya persatuan, keadilan, dan pemerintahan yang bersih.

Pesan Presiden tersebut menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan agenda besar yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama dan masyarakat, demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Bandung

Berita

Pangdam Iskandar Muda Apresiasi Kiprah Satgas Yonif 112/DJ Bantu Kesehatan Warga Puncak Jaya Papua

Berita

Harga Bahan Pokok Senin 6 Januari 2025, Harga Minyak Goreng Curah dan Ikan Tongkol Naik

Berita

Wagub Aceh Temui Dua Menteri di Jakarta, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus

Nasional

UNHAN RI: AI Bukan Pengganti Nalar Akademik dalam Publikasi Ilmiah

Agama

Ketua Kagama Aceh Hadiri Wisuda Pascasarjana UGM

Nasional

Wakil Gubernur Aceh Temui Sekjen MUI, Bahas Status Tanah Wakaf Blang Padang

Nasional

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026