Home / Ekonomi / Nasional

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:09 WIB

Presiden Prabowo Siap Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026

REDAKSI

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan BBM jenis B50 pada Kamis, 9 Juli 2026. B50 adalah campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar, Sabtu 04/07/2026.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan BBM jenis B50 pada Kamis, 9 Juli 2026. B50 adalah campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar, Sabtu 04/07/2026.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis B50 pada Kamis, 9 Juli 2026 mendatang. BBM B50 merupakan bahan bakar alternatif yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen BBM jenis solar.

Jadwal Peluncuran Resmi

Rencana peresmian ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.

“Adapun peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1-2 minggu kedepan. Kalau tidak salah rencananya tanggal 9, nanti bisa dikonfirmasi ulang,” ungkap Qodari dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga :  Dansatgas 112/DJ Tinjau Pembangunan Aula Serbaguna Dan Berikan Sembako Untuk Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat Di Papua Tengah

Kebijakan transisi energi ini telah diatur secara resmi melalui Keputusan Menteri ESDM No.257.K/EK.01/MEM.E/2026. Regulasi tersebut memuat kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel dengan bahan bakar minyak berupa minyak solar sebesar 50% (B50).

Dalam pelaksanaannya, program strategis ini berada di bawah kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Baca Juga :  Kejati Banten Didorong Bongkar Aliran Dana Rp3 Miliar di Koperasi Milik Anggota DPRD

Target dan Dampak Strategis B50

Qodari menegaskan bahwa pengembangan B50 merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional. Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi negara, antara lain:

  1. Meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT).
  2. Memperkuat fleksibilitas sistem energi nasional serta sistem tenaga listrik.
  3. Mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap.
  4. Mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.
  5. Membantu mencapai target net zero emission sesuai dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga :  Bertemu Wamen, Pj Gubernur Aceh Sebut Pilkada Berjalan Baik dan Lancar

“Arah pengembangan tersebut menjadi bagian dari roadmap transisi energi untuk meningkatkan bauran EBT, memperkuat fleksibilitas sistem tenaga listrik, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap, mendukung ekonomi hijau dan mencapai target net zero emission sesuai kebijakan pemerintah,” pungkas Qodari.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Audiensi Strategis: Aceh Dapat Dukungan Rp1,052 Triliun dari Kemenkes

Hukum

Penyidik Polda Aceh Resmi Menahan SMY, Tersangka Kasus Korupsi Wastafel

Ekonomi

Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh

Aceh

Dorong Sistem Resi Gudang, Pemerintah Aceh Percepat Hilirisasi Nilam

Nasional

Nasir Djamil Terima TOP Legislator Award 2025, PBN Aceh: Bukti Wakil Rakyat yang Konsisten dan Berpihak

Berita

Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Polri tetap Berada Langsung di Bawah Presiden

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Perkuat Ketahanan Pangan Warga di Tinggi Nambut Papua Tengah

Nasional

Tata Kelola Bermasalah dan Anggaran Tersendat, Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis di Berbagai Daerah Berhenti Beroperasi