Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mengukuhkan posisinya di pentas nasional. Kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh ini sukses meraih penghargaan bergengsi dalam Implementasi Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) kategori Peringkat Utama pada ajang PTRG Award III 2026.
Pengumuman pemenang tersebut dibacakan dalam prosesi penutupan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia. Acara puncak ini berlangsung di Gedung Siber SBSN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (2/7/2026).
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Kasubdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama, Nur Kafid, bersama Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani.
Buah Kerja Keras Lintas Sektoral
Keberhasilan menembus jajaran elit kampus responsif gender ini disambut hangat oleh internal universitas. Kepala PSGA UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyatakan bahwa apresiasi ini didedikasikan untuk seluruh elemen kampus yang telah konsisten menciptakan ekosistem akademik yang sehat.
“Penghargaan ini bukan sekadar capaian sebuah unit, tetapi pengakuan atas komitmen bersama untuk menghadirkan tata kelola kampus yang memberikan ruang setara bagi seluruh warga kampus,” kata Nashriyah melalui rilis resmi, Sabtu (4/7/2026).
Langkah UIN Ar-Raniry menuju podium juara tidaklah mudah. Mereka harus bersaing ketat dengan 44 PTKI dari berbagai penjuru tanah air. Tim penilai menetapkan lima indikator baku yang sangat ketat, mencakup penguatan kelembagaan PSGA, tata kelola kampus, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, hingga aspek pengabdian masyarakat.
Bersanding dengan Kampus Top Indonesia
Lewat penyaringan yang berlapis mulai dari verifikasi administrasi hingga presentasi praktik baik, UIN Ar-Raniry berhasil terpilih menjadi salah satu dari 15 PTKI terbaik yang berhak menyandang Peringkat Utama.
Pencapaian ini menyejajarkan UIN Ar-Raniry dengan deretan kampus Islam papan atas lainnya, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Menatap masa depan, Nashriyah menegaskan bahwa status Peringkat Utama ini merupakan mandat moral bagi UIN Ar-Raniry untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas di lingkungan akademik.
“Komitmen terhadap keadilan gender harus diwujudkan secara berkelanjutan melalui layanan, kebijakan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Nashriyah.
Sebagai informasi, PTRG Award merupakan bagian integral dari rangkaian agenda besar Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA PTKI yang dihelat maraton sejak 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Perhelatan akbar tersebut tidak hanya menjadi ruang apresiasi, melainkan juga wadah konferensi nasional, musyawarah nasional, galeri pameran PSGA, hingga napak tilas sejarah perjuangan gender. [**]
Editor: Redaksi










