Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 14:29 WIB

Illiza Buka FGD Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau di Komunitas KamiKita

REDAKSI

Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka FGD

Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka FGD "Peluang Kolaborasi Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau Ramah Iklim" di KamiKita Community Center, Senin (31/8/2026).

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Forum Group Discussion “Peluang Kolaborasi Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau Ramah Iklim” di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Senin (31/8/2026).

KamiKita adalah community center di Banda Aceh yang fokus pada gerakan lingkungan hidup, edukasi masyarakat, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Program utama mereka adalah sistem barter “Sampahmu Rezekiku”, yang mengajak warga menukar botol plastik dan sampah daur ulang dengan kompos, media tanam, atau bibit tanaman.

Baca Juga :  Sambut Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Illiza Salurkan Bantuan Sekolah untuk Anak Yatim di Banda Aceh

Dalam kunjungan tersebut, Illiza meninjau langsung sirkulasi pengolahan limbah di lokasi KamiKita. Mulai dari pabrik penggilingan manual, produksi kompos dari limbah rumah tangga, hingga pengolahan tutup botol plastik menjadi gantungan kunci, tutup gelas, hingga kursi. Limbah serabut kelapa juga diolah menjadi cocofiber untuk tanaman.

Menariknya, gantungan kunci berbentuk gajah yang diproduksi dananya akan didonasikan untuk kegiatan pengajaran gajah di sebuah LSM di Aceh Besar dan Aceh lainnya.

Baca Juga :  Tim KLH Verifikasi Kampung Proklim Lestari di Gampong Kota Baru, Banda Aceh Miliki 30 Lokasi Proklim di 2026

“Kami mendukung penuh kegiatan usaha mandiri seperti ini. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi. Dari sampah bisa jadi peluang ekonomi besar,” ujar Illiza.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah demi menjaga kelestarian kota dan kesehatan lingkungan. Ia berharap kolaborasi dengan teknologi tepat guna terus terbangun, sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan lebih lanjut.

Illiza menyebut Banda Aceh mendapat grand prize dari Sumut sebagai apresiasi bagi komunitas yang peduli lingkungan. “Standar bagi investor saat ini adalah bagaimana sebuah bisnis menjaga kelestarian ekosistem. Program daur ulang seperti ini penting agar siklus material terus berputar dan tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Terima Hibah Aset Renovasi Tetap dari PN Banda Aceh, Perkuat Tata Kelola Aset Transparan

FGD ini juga menghadirkan Direktur Riset Ibu Caroline sebagai pemateri, bersama para pegiat ekonomi hijau dan lingkungan di Banda Aceh. Diharapkan forum ini menjadi awal kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha untuk mewujudkan Banda Aceh yang bersih dan berdaya. (Kk)

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Illiza Terima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Tinjau UMKM Capli Sambal Ijo, Dukung Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Pemko Banda Aceh

Sirene Dibunyikan Besok, Warga Banda Aceh Diajak Ikut Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Pemko Banda Aceh

Afdhal Ikuti Peringatan Detik-detik Proklamasi Secara Virtual di Anjong Mon Mata

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan ke Bireuen

Pemko Banda Aceh

Angin Kencang Tumbangkan Tiang Lampu dan CCTV di Ulee Lheue, Diskominfotik Banda Aceh Langsung Amankan Lokasi

Pemko Banda Aceh

Konferensi Pers APEKSI di Banda Aceh Bahas Kolaborasi dan Arah Pembangunan Kota

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh: Kami Tidak Menyangka Ada ASN Yang Terlibat Terorisme