ACEH TENGAH — Kemukiman Wih Ni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah kembali berduka setelah hujan deras mengguyur daerah pada Sabtu, 26 September 2026, kemarin. Pasalnya, jembatan gantung Reje Payung putus dihantam derasnya arus sungai.
Jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Perintis Garuda III itu bukan hanya penghubung antarkampung. Infrastruktur yang dibangun TNI dan baru selesai beberapa bulan lalu tersebut menjadi jalur penting yang menghubungkan Kampung Reje Payung dengan Kampung Jamat. Namun kini, akses itu kembali terputus.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan jembatan putus setelah debit air sungai meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.
“Akibat hujan deras, air sungai meluap dan arusnya sangat besar sehingga menyebabkan Jembatan Gantung Reje Payung putus,” kata Andalika, Ahad, 27 September 2026.
Aktivitas Warga dan Sekolah Terganggu
Putusnya jembatan langsung berdampak pada aktivitas warga. Sedikitnya 78 kepala keluarga di Kampung Reje Payung terdampak karena kehilangan akses utama menuju wilayah seberang.
Dampaknya juga dirasakan warga Kampung Jamat. Anak-anak yang bersekolah di tingkat SD dan SMP di Kampung Reje Payung kini menghadapi persoalan akses menuju sekolah.
Bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jembatan tersebut untuk beraktivitas, putusnya akses bukan perkara sederhana. Jalur itu digunakan untuk kebutuhan pendidikan sekaligus menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi warga.
Solusi Darurat dan Penanganan Lanjutan
Pemerintah daerah kini menyiapkan akses darurat. BPBD Aceh Tengah akan mengirimkan perahu fiber untuk digunakan sebagai sarana penyeberangan sementara.
“Besok kita akan mengantar perahu fiber dari BPBD untuk digunakan sebagai sarana penyeberangan sementara bagi masyarakat,” ujar Andalika.
Perahu itu diharapkan menjadi solusi sementara, terutama bagi warga yang harus melintasi sungai dan pelajar yang membutuhkan akses menuju sekolah.
Namun, solusi tersebut hanya bersifat sementara. Pemerintah daerah masih harus mencari penanganan permanen untuk mengembalikan fungsi Jembatan Reje Payung.
Andalika mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan yang menghubungkan Kampung Reje Payung dan Kampung Jamat tersebut.
Jembatan Perintis Garuda III sebelumnya dibangun untuk membuka akses masyarakat di dua kampung yang berada di kawasan relatif terpencil. Kehadiran jembatan itu menjadi bagian penting dalam memperpendek akses warga, terutama untuk pendidikan dan aktivitas sehari-hari.
Hujan deras pada akhir pekan ini kembali menguji ketahanan infrastruktur di kawasan tersebut. Bagi warga Jamat, putusnya jembatan berarti satu hal yang paling mendesak, bagaimana mereka kembali terhubung dengan wilayah di seberang sungai sembari menunggu jembatan dibangun kembali.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









