BENER MERIAH — Pemerintah mulai membangun sedikitnya 64 Unit Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Wono Sobo, Kecamatan Wih Pesan, Bener Meriah, pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Anggaran pembangunan Huntap tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 16,6 miliar yang dikerjakan oleh PT Silumba Lumba Bintang Sempurna.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mengatakan bahwa penghuni Huntap nantinya diutamakan bagi masyarakat Jamur Ujung yang tidak memiliki harta dan tanah, di mana rata-rata dari mereka merupakan pekerja serabutan.
“Jadi pemerintah daerah berkewajiban menyediakan lahan, luasnya sekitar 1,4 hektare. Sedangkan anggarannya dari APBN melalui Kementerian Perumahan. Ini patut kita syukuri bersama,” kata Tagore di lokasi usai peletakan batu pertama.
Ia menyampaikan bahwa selain Huntap, di lokasi tersebut nantinya juga akan dibangun fasilitas-fasilitas pendukung, salah satunya seperti sarana olahraga dan tempat berjualan.
“Lokasi ini sangat strategis, letaknya di lintas jalan nasional. Maka disini perlu adanya tempat berjualan untuk meningkatkan UMKM demi kesejahteraan para korban banjir bandang,” ucap Tagore.
Sementara itu, perwakilan PT Silumba Lumba Bintang Sempurna, Tampak Ginting, mengatakan bahwa pembangunan Huntap ditargetkan rampung pada Desember 2026 mendatang atau dalam jangka waktu 85 hari kerja.
“Untuk rumahnya tipe 36. Secara garis besar rumah yang cukup bagus, karena keramiknya ukuran 60 x 60, plafon dalam pakai gypsum dan plafon bagian luar pakai GRC. Selain itu, akan dibangun lapangan olahraga, kemudian balai sosial,” ungkapnya.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan










