Home / Daerah

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:15 WIB

Tradisi Teut Beudee Trieng di Pidie, Semangat Inoeng Aceh yang Terus Menyala

REDAKSI

Sejumlah perempuan dari berbagai usia menunjukkan keberanian dan antusiasme saat menyulut Beudee Trieng (meriam bambu) di Kabupaten Pidie, Senin (23/3/2026).

Sejumlah perempuan dari berbagai usia menunjukkan keberanian dan antusiasme saat menyulut Beudee Trieng (meriam bambu) di Kabupaten Pidie, Senin (23/3/2026).

Pidie – Kabupaten Pidie kembali diramaikan dengan salah satu tradisi khas yang sarat makna budaya, yakni Teut Beudee Trieng. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal tetap hidup dan dijaga oleh masyarakat, terutama oleh para perempuan atau inoeng Aceh yang turut ambil bagian dengan penuh semangat.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, sejumlah wanita dari berbagai kalangan usia—baik remaja hingga yang telah berumur—turun langsung memeriahkan kegiatan tersebut.(23/3/2026).

Mereka terlihat kompak, antusias, dan penuh energi, menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya milik generasi terdahulu, tetapi juga diwariskan dan dicintai oleh generasi masa kini.

Baca Juga :  Bantuan Bencana Aceh Tiba di Lanud SIM dan Siap Dikirim ke Lokasi Terdampak

Teut Beudee Trieng sendiri merupakan tradisi yang berkaitan dengan aktivitas pengolahan bambu (trieng) yang memiliki nilai sosial dan budaya tinggi di tengah masyarakat Aceh. Selain menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kegiatan ini juga sering dimaknai sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, serta kekuatan perempuan dalam menjaga identitas budaya daerah.

Menariknya, kehadiran para wanita dalam tradisi ini tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi juga menjadi pusat perhatian. Dengan semangat yang membara, mereka membuktikan bahwa perempuan Aceh memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Ungkapan “Inoeng Pidie terlalu menyala” pun menjadi representasi dari energi positif yang terpancar selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga :  Bobby Nasution Targetkan Pengungsi Banjir dan Longsor di Sumut Tak Lagi Tinggal di Tenda Saat Ramadhan

Di tengah maraknya penggunaan media sosial, dokumentasi kegiatan ini turut dibagikan oleh akun 📹 @anasauliaputra, yang kemudian mendapat respons positif dari warganet. Apresiasi juga disampaikan kepada para pengguna media sosial yang tetap menjaga etika berkomentar tanpa kata kasar maupun hujatan, khususnya di akun @tercyduck.aceh.

Baca Juga :  Subulussalam Genap 63 Tahun, Wakil Gubernur Aceh Pimpin Upacara Hari Jadi

Fenomena ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Dukungan berupa komentar positif dan apresiasi menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat identitas budaya lokal.

Tradisi Teut Beudee Trieng di Pidie bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan cerminan nilai-nilai luhur yang terus hidup dalam masyarakat. Dengan keterlibatan aktif para perempuan, tradisi ini diyakini akan terus bertahan dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.(**)

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Ditpolairud Polda Aceh Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-75

Aceh

Duka di Panti Geunaseh Sayang: Dinsos Aceh Sigap Urus Pemakaman Warga Lansia

Daerah

Bocah 7 Tahun di Baktiya Ditemukan Meninggal di Saluran Pembuangan

Daerah

Wakili Pj Gubernur Aceh, Plh Kepala DLHK Aceh Wisudakan Siswa Sekolah Jurnalis Lingkungan

Daerah

Jembatan Bailey Panton Nisam Aceh Utara Rampung, Akses Warga kembali terhubung 

Daerah

Bunda PAUD Aceh Gelar Open House, Sambut Ratusan Anak PAUD di Pendopo Gubernur

Daerah

Berhasil Ungkap Narkoba Senilai Rp1,5 Miliar, Kapolres Aceh Tenggara Terima Penghargaan dari Bupati

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Resmi Tutup TMMD ke-125 di Aceh Tenggara