BUENOS AIRES – Lionel Messi resmi menutup perjalanan panjangnya selama 21 tahun bersama Timnas Argentina. Penampilan pamungkas sang kapten tersaji dalam laga persahabatan melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) dini hari WIB.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Argentina tersebut berlangsung layaknya sebuah pesta perpisahan yang sarat emosi dan dikenang sebagai “The Last Tango”.
Momen Emosional dan Penghormatan di Stadion Monumental
Sejak sebelum laga dimulai, emosi sudah membuncah. Messi terlihat menyeka air mata di dalam bus tim saat menyaksikan ribuan pendukung memadati jalanan menuju stadion. Ia kemudian memasuki lapangan didampingi ketiga anaknya, sementara sang istri, Antonela Roccuzzo, dan ibunya, Celia Cuccittini, memberikan dukungan dari tribun VIP.
Momen-momen unik dan penuh makna mewarnai jalannya acara perpisahan ini:
Jersey Raksasa: Sebuah jersey raksasa Argentina bernomor punggung 10 dengan tulisan “Gracias” dibentangkan di tengah lapangan.
Lagu Kebangsaan: Lagu kebangsaan Argentina dinyanyikan oleh veteran Perang Falklands, Fabio Santana, di samping spanduk bertuliskan “Malvinas adalah milik Argentina”.
Penghormatan Menit ke-10: Pertandingan sempat dihentikan sementara pada menit ke-10. Seluruh isi stadion berdiri memberikan tepuk tangan panjang yang diiringi nyala kembang api sebagai simbol penghormatan atas nomor punggung ikonik sang pemain.
Jalankan Pertandingan Terakhir dengan Gemilang
Di atas lapangan, pemain berusia 39 tahun itu menunjukkan performa apik dengan berkontribusi pada seluruh gol kemenangan La Albiceleste:
1. Menit 48: Nicolas Otamendi membuka keunggulan Argentina memanfaatkan peluang yang diawali oleh Messi.
2. Menit 61: Nico Paz menggandakan skor menjadi 2-0.
3. Menit 71: Messi mencetak gol penutup melalui titik putih setelah menaklukkan kiper Benin, Marcel Dandjinou.
Laga ini menggenapi catatannya menjadi 208 penampilan dan 126 gol bersama Argentina—mengukuhkan statusnya sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional negaranya.
Ungkapan Hati dan Puncak Karier Internasional
Usai laga, Messi menyampaikan rasa bangga sekaligus kesedihannya harus berpisah dengan jersey tim nasional.
“Tidak datang kembali lagi akan sangat menyakitkan,” ungkap Messi saat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung.
Karier internasional Messi berlangsung penuh pasang surut selama lebih dari dua dekade. Sempat menuai kritik di awal masa kariernya karena kegagalan meraih trofi, ia akhirnya berhasil mempersembahkan puncak kejayaan bagi Argentina:
- Copa America 2021
- Finalissima 2022
- Piala Dunia 2022 (Qatar) – Mengakhiri penantian 36 tahun Argentina.
- Copa America (Gelar kedua)
Laga perpisahan ini berjarak sekitar dua setengah bulan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, AS. Setelah laga tersebut, Messi sempat menyatakan bahwa ia telah memberikan seluruh kemampuannya dan menyadari sudah waktunya memberi jalan bagi generasi muda.
Estafet Nomor 10 dan Gelar Doktor Kehormatan
Kepergian Messi memunculkan wacana mengenai penerus nomor keramat 10 yang sebelumnya juga dipopulerkan oleh Diego Maradona. Nama-nama muda seperti Nico Paz dan Franco Mastantuono mulai digadang-gadang sebagai generasi penerus. Karena aturan penomoran skuad turnamen FIFA tidak memungkinkan nomor tersebut dipensiunkan secara resmi, Argentina harus menentukan pemain yang layak meneruskannya.
Selain penghormatan di lapangan, Messi juga menerima penghargaan akademis berkat kontribusi dan perjalanannya:
Gelar Doktor Honoris Causa:
Diberikan oleh Universitas Buenos Aires (UBA) di markas Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sehari sebelum pertandingan perpisahan.
Gelar tersebut diberikan atas prestasi, ketekunan, kerendahan hati, serta jasanya membawa nama bangsa di tingkat internasional.
“Bisa mengatakan bahwa saya seorang doktor kehormatan!” gurau Messi saat menerima penghargaan tersebut.
Penutup dan Mada Depan di Level Klub
Setelah peluit panjang berbunyi, pertunjukan drone yang menampilkan sosok Messi dan pesan-pesan perpisahan menghiasi langit Stadion Monumental. Messi kembali terlihat larut dalam tangis emosional menutup babak paling bersejarah dalam sepak bola Argentina.
Untuk tingkat klub, Messi masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga tahun 2028. Namun, langkah dan masa depannya di level klub dilaporkan masih belum sepenuhnya pasti menyusul kabar duka meninggalnya sang ayah, Jorge Messi.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan










