Home / Ekbis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Cair Bantuan Jadup, Pembelian Emas di Aceh Utara Naik 50 Persen

REDAKSI

Pencairan bantuan jatah hidup (jadup) bagi penyintas banjir besar di Aceh Utara picu lonjakan beli emas di Toko Emas Murni II Keude Geudong Samudera lebih 50% dalam sepekan.

Pencairan bantuan jatah hidup (jadup) bagi penyintas banjir besar di Aceh Utara picu lonjakan beli emas di Toko Emas Murni II Keude Geudong Samudera lebih 50% dalam sepekan.

ACEH UTARA — Pencairan bantuan jatah hidup (jadup) bagi penyintas banjir besar di Aceh Utara berdampak pada meningkatnya pembelian perhiasan emas. Dalam sepekan terakhir, jumlah pembeli di Toko Emas Murni II, Keude Geudong, Kecamatan Samudera, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasa.

Pemilik Toko Emas Murni II, Ridwan, mengatakan lonjakan pembelian mulai terlihat setelah bantuan jadup dan perabot rumah tangga bagi penyintas banjir dicairkan.

“Peningkatan warga membeli emas di toko sekitar 50 persen lebih dibandingkan hari biasa. Kondisi itu terlihat sejak cairnya bantuan uang jadup,” kata Ridwan, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca Juga :  Perkuat Jejak Global di Arab Saudi, BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang Luar Negeri Untuk Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Indonesia

Menurut Ridwan, berdasarkan pengakuan sejumlah pembeli, emas dipilih sebagai bentuk simpanan agar uang bantuan tidak habis sekaligus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga membeli perhiasan dalam jumlah terbatas untuk disimpan. Emas tersebut dapat dijual kembali apabila sewaktu-waktu mereka membutuhkan uang untuk keperluan mendesak.

Baca Juga :  Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Mentah dari AS Mulai Berjalan, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

“Mereka beli agar uang yang diterima tidak habis sekaligus. Sehingga begitu cair jadup membeli emas ala kadarnya untuk disimpan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ridwan menyebutkan harga emas di Aceh Utara relatif stabil dalam dua bulan terakhir. Belum terlihat perubahan harga yang signifikan pada sejumlah jenis emas yang dijual di tokonya.

Saat ini, harga emas murni mencapai Rp 7.100.000 per mayam atau sekitar tiga gram. Sementara emas jenis London dijual Rp 6.700.000 per mayam dan emas paon Rp 1.850.000 per gram.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Terima Audiensi Pimpinan Bank BSI Jantho

“Kita tidak mengetahui secara pasti apakah ada potensi naik lagi ke depan, atau malah bertahan seperti harga sekarang,” ujarnya.

Meningkatnya pembelian tersebut menunjukkan sebagian penyintas memilih menyimpan sebagian bantuan dalam bentuk perhiasan. Namun, keputusan menjadikan emas sebagai simpanan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pokok dan biaya pemulihan rumah tangga pascabencana.***

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Menkeu Purbaya: Kondisi Keuangan Pemda Terjaga dengan Kas Rp 195,2 Triliun

Ekbis

Bank Aceh Tutup Sementara Saat Lebaran, Layanan Kembali 25 Maret 2026

Ekbis

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

Ekbis

Pemko Banda Aceh dan Koperasi HIKMAH Teken Kesepakatan Hilirisasi Nilam

Ekbis

Realisasi Anggaran TKD Pascabanjir Aceh Tenggara Masih Rendah, Baru Capai 25,85 Persen

Bsi

Perkuat Jejak Global di Arab Saudi, BSI Matangkan Operasional Kantor Cabang Luar Negeri Untuk Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Indonesia

Ekbis

Harga Emas di Lhokseumawe Naik Rp 51.000 Per Mayam, Transaksi Didominasi Warga yang Menjual

Berita

Harga Bahan Pokok Senin 6 Januari 2025, Harga Minyak Goreng Curah dan Ikan Tongkol Naik