Home / Ekbis

Minggu, 27 September 2026 - 19:56 WIB

Distanbun Aceh Optimis Aceh Tetap Surplus Beras Meski 57 Ribu Hektare Sawah Terdampak Bencana

REDAKSI

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menyatakan optimismenya untuk tetap mempertahankan kondisi kelebihan beras (surplus) di Provinsi Aceh.

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menyatakan optimismenya untuk tetap mempertahankan kondisi kelebihan beras (surplus) di Provinsi Aceh.

CALANG  – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menyatakan optimismenya untuk tetap mempertahankan kondisi kelebihan beras (surplus) di Provinsi Aceh. Sikap optimis ini tetap terjaga meskipun bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu mengakibatkan sekitar 57 ribu hektare dari total 202 ribu hektare luas baku sawah di wilayah tersebut terdampak.

Plt Kepala Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia, menyampaikan bahwa rekam jejak produksi pangan di daerahnya menjadi alasan utama keyakinan tersebut.

“Karena Aceh selama hampir satu dekade terakhir tetap berada dalam kondisi surplus, baik gabah maupun beras,” ujar Azanuddin di Aceh Jaya, Minggu.

Baca Juga :  Purnomo Prawiro Takut Sumpah Pocong Gegara Kasus Pencurian Saham

Revisi Target Production akibat Bencana

Dampak dari bencana hidrometeorologi tersebut memang memaksa pihak pemerintah untuk melakukan penyesuaian target. Menurut Azanuddin, Distanbun Aceh merevisi target produksi padi tahun ini dari yang semula direncanakan sebesar 1,6 juta ton menjadi 1,4 juta ton. Kerusakan yang dialami areal persawahan diperkirakan mencapai 35 persen dari total luas baku sawah Aceh.

“Dalam perjalanan mungkin kita akan lakukan revisi target dari 1,6 juta ton menjadi 1,4 juta ton karena ada sekitar 57 ribu hektare sawah terdampak bencana,” jelasnya.

Baca Juga :  Prabowo dan Lee Jae Myung Bertemu di Blue House, Sepakati Penguatan Kemitraan Strategis

Kebutuhan Daerah Tetap Terpenuhi

Meskipun terdapat penurunan target produksi, pasokan beras untuk kebutuhan lokal dipastikan masih aman. Azanuddin memaparkan perhitungannya:

  • Sebelum Revisi: Target awal produksi sebesar 1,6 juta ton gabah setara dengan 900 ribu ton beras. Dengan kebutuhan beras masyarakat Aceh yang diperkirakan sekitar 600 ribu ton per tahun, Aceh biasanya mencatatkan surplus beras sebesar 300 ribu hingga 400 ribu ton. Sebagian dari surplus beras ini rutin dipasarkan ke wilayah Medan, Sumatera Utara.
  • Setelah Revisi:  Dengan penyesuaian target menjadi 1,4 juta ton gabah, Aceh diproyeksikan masih mampu memproduksi sekitar 800 ribu ton beras.
Baca Juga :  OJK dan PNM Berkolaborasi Perkuat Akses Layanan Keuangan UMKM di Aceh

Dengan angka produksi beras sebesar 800 ribu ton dan konsumsi lokal sebesar 600 ribu ton, Provinsi Aceh dipastikan masih mengantongi surplus sekitar 200 ribu ton beras.

Azanuddin menegaskan, pemerintah Aceh meyakini hasil panen dari lahan yang ada masih sangat mencukupi untuk memenuhi konsumsi masyarakat setempat.

“Walaupun kita sekitar 35 persen ini kerusakan sawah kita dari luas baku sawah kita, walaupun turun target kita nanti, Insya Allah dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh Aceh kita masih mengcover itu,” pungkasnya.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

PT MMS: Kegiatan di Samadua Aceh Selatan Masih Eksplorasi, Belum Masuk Tahap Produksi

Berita

Bank Aceh Salurkan Program KUR Tahun 2025 Sebesar Rp 1,5 Triliun

Berita

Layanan Operasional Bank Aceh Tutup Selama Libur Lebaran Idul Fitri 1446 H

Berita

Raih Empat Penghargaan Top CSR Awards 2025, SBI Tegaskan Komitmen pada Bisnis Berkelanjutan

Ekbis

Fadhil Ilyas Ditunjuk Kembali Sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Dalam RUPSLB

Ekbis

Gelar RUPST, BSI Tetapkan Dividen Total Rp1,05 Triliun dan Angkat Anggoro Eko Cahyo Sebagai Dirut

Ekbis

Laba BSI April 2026 Tumbuh 17,79% Jadi Rp2,8 Triliun, Penyaluran Zakat Terus Meningkat

Ekbis

Sebut Sawit Aceh Bebas Deforestasi, Wagub Ajak Perusahaan Global Investasi di Aceh